Pengantar Manajemen Sumber Daya Manusia


Pengantar Manajemen Sumber Daya Manusia
A. Pengertian manajemen sumber daya manusia
Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis] Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologisosiologi, dan lain-lain.
Berikut ini pengertian manajemen sumber daya manusia menurut para ahli yang dapat dijadikan rujukan makalah atau karya tulis ilmiah:
·         Manajemen sumber daya manusia (human resources management) adalah pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa, dan pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok pekerja (Henry Simamora, 1999:3).
·         Manajemen sumber daya manusia didefinisikan sebagai suatu perencanaan pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi (Anwar Prabu Mangkunegara, 2001:2)
·         Manajemen sumber daya manusia adalah penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan, dan penggunaan sumber daya manusia untuk mencapai titik tujuan-tujuan individu maupun organisasi (Handoko, 2000:4)
·         Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi (Mangkunegara, 2002:2)
·         Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat (Hasibuan, 2002:10)
·         Pengertian manajemen sumber daya manusia yakni ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat (Hasibuan, 2006:10)
·         Manajemen sumber daya manusia merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi perencanaan, pengorganisasian, pelaksana dan pengendalian (Rival, 2005:1)
·         Manajemen sumber daya manusia didefinisikan sebagai suatu strategi dalam menerapkan fungsi-fungsi manajemen yaitu planning, organizing, leading and controlling, dalam setiap aktifitas atau fungsi operasional sumber daya manusia mulai dari proses penarikan, seleksi, pelatihan dan pengembangan, penempatan yang meliputi promosi, demosi dan transfer, penilaian kinerja, pemberian kompensasi, hubungan industrial, hingga pemutusan hubungan kerja, yang ditujukan bagi peningkatan kontribusi produktif dari sumberdaya manusia organisasi terhadap pencapaian tujuan organisasi secara lebih efektif dan efisien (Sofyandi, 2009:6)
·         Ilmu yang mempelajari bagaimana memberdayakan karyawan dalam perusahaan, membuat pekerjaan, kelompok kerja, mengembangkan para karyawan yang mempunyai kemampuan, mengidentifikasi suatu pendekatan untuk dapat mengembangkan kinerja karyawan dan memberikan imbalan kepada mereka atas usahanya dan bekerja (Bohlarander dan Snell, 2010:4)
B. Fungsi Operasional MSDM
Fungsi operasional dalam Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan basic (dasar) pelaksanaan proses MSDM yang efisien dan efektif dalam pencapaian tujuan organisasi/perusahaan. Fungsi operasional tersebut terbagi  5 ( lima ), secara singkat sebagai berikut:
1.      Fungsi Pengadaan
adalah  proses  penarikan, seleksi, penempatan, orientasi, dan  induksi  untuk mendapatkan karyawan yang sesuai kebutuhan perusahaan.( the right man in the right place).
2.      Fungsi Pengembangan
adalah proses peningkatan ketrampilan teknis, teoritis, konseptual, dan moral karyawan melalui pendidikan dan pelatihan. Pendidikan dan latihan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masa kini maupun masa depan.
3.      Fungsi Kompensasi
adalah pemberian balas jasa langsung dan tidak lansung berbentuk uang atau barang kepada karyawan sebagai imbal jasa (output)  yang diberikannya  kepada perusahaan. Prinsip kompensasi adalah adil dan layak sesuai prestasi dan tanggungjawab karyawan tersebut.
4.      Fungsi Pengintegrasian
adalah kegiatan untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, sehingga tercipta kerjasama yang serasi dan saling menguntungkan. Dimana Pengintegrasian  adalah  hal  yang  penting  dan  sulit  dalam  MSDM,  karena mempersatukan dua aspirasi/kepentingan yang bertolak belakang antara karyawan dan perusahaan.
5.      Fungsi Pemeliharaan
adalah kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan loyalitas karyawan agar tercipta hubungan jangka panjang. Pemeliharaan yang baik dilakukan dengan program K3 ( Keselamatan dan Kesehatan Kerja ) .
C.  PERAN STRATEGIK MSDM
Perubahan teknologi yang sangat cepat, memaksa organisasi untuk menyesuaikan diri  dengan  lingkugnan usahanya. Perubahan tersebut telah menggeser fungsi-fungsi manajeman sumber daya manusia yang selama ini hanya dianggap sebagai kegiatan administrasi,  yang  berkaitan  dengan  perekrutan  pegawai staffing , coordinating  yang dilakukan oleh bagian personalia saja.
Saat ini manajeman SDM berubah dan fungsi spesialisasi yang berdiri sendiri menjadi fungsi yang terintegrasi dengan seluruh fungsi lainnya di dalam organisasi, untuk bersama-sama  mencapai  sasaran  yang  sudah  ditetapkan  serta  memiliki  fungsi perencanaan yang sangat strategik dalam organisasi, dengan kata lain fungsi SDM lama menjadi lebih bersifat strategik.
Oleh karenanya manajemen SDM mempunyai kewajiban untuk : memahami perubahan  yang  semakin  komplek  yang  selalu  terjadi  di  lingkungan  bisnis,  harus mengantisipasi perubahan teknologi, dan memahami dimensi internasional yang mulai memasuki bisnis akibat informasi yang berkembang cepat. Perubahan paradigma dari manajemen SDM tersebut telah memberikan fokus yang berbeda dalam melaksanakan fungsinya di dalam organisasi.
Ada kecenderungan untuk mengakui pentingnya SDM dalam organisasi dan pemusatan perhatian pada kontribusi fungsi SDM bagi keberhasilan pencapaian tujuan strategi  perusahaan.  Hal  ini  dapat  dilakukan  perusahaan  dengan  mengintegrasikan pembuatan keputusan strateginya dengan fungsi-fungsi SDM maka akan semakin besar kesempatan untuk memperoleh keberhasilan.
Tingkat  integrasi  antara  perencanaan  strategis  dengan  fungsi-fungsi  SDM terwujud dalam empat macam hubungan :
1. Hubungan Administrasi
            Disini manajer puncak dan manajer fungsional yuang lainnya menganggap fungsi SDM relatif tidak penting dan memandang manusia bukan sebagai keterbatasan maupun aset perusahaan dalam pengambilan keputusan bisnis.
2. Hubungan Satu Arah
Terdapat hubugan skuensial antara perencanaan strategis dengan fungsi-fungsi SDM. Fungsi SDM merancang program dan sistem untuk mendukung tujuan strategis perusahaan. Jadi SDM bereaksdi terhadap inisiatif strategis tetapi tidak memiliki pengaruh, karena meskipun sudah dianggap penting namun belum dianggap sebagai mitra bisnis yang strategis.
3. Hubungan Dua Arah
Ditandai dengan hubungan resiprokal dan saling ketergantungan antara perencanaan
strategi dengan SDM. Fungsi SDM dipandang penting dan dapat dipercaya. SDM
berperan  dalam  penentuan  arah  strategis  perusahaan  dan  sudah  dijadikan  mitra
strategis.
4. Hubungan Integratif
Ditandai oleh hubungan yang dinamis dan inter aktif antar fungsi-fungsi SDM dan perencanaan strategis. Di sini manajer SDM dipandang sebagai sebenar-benarnya mitra bisnis staregis dan dilibatkan dalam keputusan strategis.

D.  FAKTOR PENDORONG PEMBENTUKAN INTEGRASI YANG EFEKTIF
•  Lingkungan : Kekuatan lingkungan yang sangat berperan dalaam persaingan yang
semakin meningkat, perubahan teknologi dan perubahan femografi tenaga kerja.
•  Sejarah dan kultur organisasi : Budaya organisasi yang berorientsi pada sumber
daya manusia yang kuat mampu mengembangkan hubungan alamiah antara kegiatan sumber daya manusia dengan perencanaan strategis.
•  Strategis : Strategi pemusatan pada satu jenis bisnis inti dapat memacu potensi bagi
terciptanya  hubungan perencanaan strategis dengan sumber daya manusia    yang
semakin  integratis  karena  memungkinkan  dikembangkannya  dan  diterapkannya
program dan sistem sumber daya manusia di seluruh perusahaan.
•  Struktur : Penempatan unit sumber daya manusia dalam struktur organisasi, senior eksekutif sumber daya manusia di beri status sama seperti direktur fungsional lainnya. 
• Keterampilan dan Nilai yang dianut eksekutif : Sumber daya manusia memiliki
pengetahuan yang baik mengenai bisnis dan mampu memberikan masukan kedalam
proses perencanaan strategis.
•  Keterampilan dan Nilai yang dimiliki Karyawan : bantuan fungsi SDM yang
diterima manajemen untuk memecahkan masalah ketenagakerjaan akan menguatkan
pentingnya fungsi SDM.
•  Sistem Manajemen yang meliputi sistem imbalan, sistem komunikasi dan informasi
SDM sehingga SDM dan perencanaan strategi akan semakin terintegrasi jika para
senior   eksekutifnya memiliki persentase yang substansial konpensasi menanggung
resiko.
• Sistem Komunikasi yang memiliki tujuan membangun kesadaran manajer terhadap
tujaun   strategis   perusahaan   dan   mendorong   mereka   mendorong   mereka
mengembangkan motivasi  bawahannya  didukdung  dengan  database  SDM  yang
dikembangkan dengan baik.
Menurut Nkomo (1980) evolusi manajemen SDM melewait tiga tahap, yaitu ;
1.  Defenisi Stage :  Yaitu  ketika  manajer  personalia  menyelenggarakan  program-
progaram yang kurang memberikan manfaat untuk kengurangi kekacauan karyawan
dan kemungkinan perpecahan.
2.  Perencanaan Manpower : dalam tahap ini  digunakan  kebutuhan  pekerja  dan
perekrutan seleksik, training untuk menjamin terpenuhinya target manpower.
3.  Manajemen SDM Strategis Ketika manajer SDM seharusnya lebih proaktif dalam
memecahakan masalah manajemen perusahaan dan dalam memberikan kontribusi
efektivitas organisasional yang lebih besar.

E. PARADIGMA LAMA MSDM
            Manajemen Sumber Daya Manusia  yang biasanya disebut manajemen personalia, selama ini memiliki fungsi spesialisasi yang berkaitan dengan kegiatan adaministrasi bagian karwayan, yakni dalam masalah dengan perekrutan, pelatihan dan pengupahan dan sebagainya. Hasil yang diperoleh dari pengelolaan SDM yang baik dapat dipastikan
bahwa karyawan yang direkrut telah memenuhi kriteria yang dibutuhkan sesuai dengan
kebutuhan bagian produksi, bagian fungsional  lainnya  dan  menerima imbalan  yang
sesuai.
Di sini  terlihat  bahwa  paradigma  lama  dari  manajemen  SDM lebih banyak melayani manajemen fungsional yang lain dalam organisasi, seperti fungsi pemasarna, keuangan, produksi atau lainnya.
Dengan berubahnya lingkungan bisnis yang diakibatkan oleh perubahan teknologi serta  dampak globalisasi,  maka merupakan keharusan bagi manajemen SDM untuk merubah perannya gar memiliki fungsi yang lebih strategi dalam organisasi. Oleh sebab itu departemen SDM harus menajalankan peran baru dan berkerjasama dengan menajer lini lainnya untuk membuat perencanaan secara terpadu yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.  Perencanaan  secara  terpadu  yang  sesuai  dengan  kebutuhan  organisasi. Perubahan tersebut terjadi berkaitan dengan (Schuler, 1990).
1.  Perubahan lingkungan bisnis yang sangat cepat dan tingginya tingkat ketidakpastian
2.  Kemauan beradaptasi secara cepat untuk memprediksi perubahan yang tidak terduga
3.  Peningkatan biaya, karena persaingan untuk memperoleh keuntungan yang tinggi.
4. Perubahan teknologi yang cepat menyebabkan meningkatnya permintaan karyawan
dengan skill yang lebih baik melalui pendidikan dan pelatihan.
5. Organisasi lebih kompleks berkaitan dengan produk, geografi, fungsi bisnis maupun
konsumen (pasar).
6. Respon  terhadap  kekuatan  eksternal  berkaitan  dengan perundang-undang  dan
religulasi, proses peradilan, serta peraturan lainnya.
7. Perubahan struktur organisasi  yang lebih fleksibel, lebih rata (flater) dan  lebih
(leaner)  menyebabkan jumlah karyawan dan tipe pekerjaan yang dihadapi berbeda.
8.  Meningkatnya persaingan dan kerjasama internasional


9.  Terdapat diversitas dari angkatan kerja
Akibat perubahan-perubahan tersebut, SDM harus mampu beradaptasi dengan cepat untuk memprediksi perubahan yang tidak terduga dengan perubahan paradigma lama ke paradigma baru karena perubahan tersebut juga, menyediakan kesempatan baik bagi manajemen SDM maupun manajer lini.



F. PARADIGMA BARU MSDM
Perubahan lingkungan bisnis yang sangat cepat dan komplek seperti demografi, geografis,  jenis  bisnis,  lingkungan  hidup,  serta  dampak  globalisasi,  mengharuskan organisasi untuk beradaptasi secara cepat dengan lingkungan yang turbulens dengan bersikap  proaktif.  Artinya  manajeman  SDM  harus  mampu  mengantisipasi  berbagai perkembangan yang sedang dan akan terjadi, kemudian melakukan berbagai tindakan untuk menjawab tantangan tersebut, yang pada akhirnya dapat menciptakan keunggulan  kompetitif  yang  tidak  dimiliki  oleh  organisasi  lainnya,  mengingat  bentuk-bentuk kompetisi tradisional seperti biaya produksi rendah, peningkatan teknologi, kecepatan distribusi, efisisensi produk serta pengembangan produk yang berkualitas akan mudah ditiru oleh pesaing.
Dengan tuntutan seperti ini, merupakan keharusan bagi MSDM untuk merubah peranannya yang berorientasi pada “result”. Dengan demikian Departemen MSDM harus berperan sebagai mitra bagi manajemen fungsional lainnya atau dengan manajer lini, artinya MSDM harus terlibat aktif dalam perencanaan, pengelolaan serta pengendalian organisasi yang berkaitan dengan alokasi dan pengembangan SDM. Perubahan peran tersebut dari sistem kerja yang responsive menjadi proaktif, dan sktruktur fungsional ke struktur yang lebih fleksibel dan melaksankan kebijakan strategis. Hal ini menjadi sumber daya manusia mempunyai peran penting untuk kesuksesan bisnis yang dikaitkan dengan peningkatan laba, kemampuan bersaing, daya adaptasi juga fleksibelitas.

G. PERAN MSDM UNTUK MERAIH KEUNGGULAN KOMPETITIF
Agar tujuan sumber daya manusia memberikan kontribusi yang lebih besar bagi
organisasi untuk meraih keunggulan kompetitif diperlukan strategi yang tepat dalam
perencanaan SDM secar terpadu. Kegiatan dari strategi SDM didasarkan kerjasama antar
departemen SDM secara terpadu. Kegiatan dri strategi SDM didasarkan kerja sama antar
departemen  SDM dngan manajer lini  serta  keterlibatan  manajemen  puncuk  dalam
menjelaskan visi dan misi organisasi yang dapt dijabarkan dalam tujuan bisnis yang
strategi.
                                                               
Tujuan utama strategi ini sangat meningkatkan kinerja sekarang dan yang akan datang secara berkesinambungan sehingga  dapat  mempertahankan  keunggulan kompetitifnya.  Proses  pengembangan  stategi  MSDM  memberikan  keuntungan  bagi organisasi, yaitu :
a.   Mendefenisikan kesempatan kendala MSDM dalam mencapai tujuan bisnisnya
b. Memperjelas gagasan baru terhadap isu-isu MSDM yang berorientasi pada hasil dan
memberi persepktif yang lebis luas
c. Melakukan  tes   komitmen  manajemen  pada  kegiatan,  menciptakan  proses
pengalokasian SDM untuk program dan kegiatan yang spesifik
d. Memfokuskan pada kegiatan jangka panjang yang dipilih dengan mempertimbangkan
prioritas pertama untuk 2 atua 3 tahun mendatang.
e. Melakukan  strategi  yang  memfokuskan  pada  pengelolaan  fungsi  SDM  dan
pengembangan staff yang berkat.

Departemen SDM dapat menciptakan keunggulan kompetitif dengan empat pendekatan,yakni:
1.      Strategic Patner menjadi mitra menajer senior dan manajer lini dalam melaksanakan
strategi yang telah direncanakan, menterjemahkan strategi bisnis ke dlaam tindakan
nyata  dengan  diagnosis  organisasi,  yakni  sistem  penilaian (assessmen)  dan
pengabungan praktek organisasi dengan tujuan bisnis yang dapat dibentuk pada setiap
level organisasi.
2.      Administrasi  Expert,  Menjadi  ahli  dalam  mengatur  pelaksanaan  pekerjaan  serta
efisiensii adaministrasi agar dihasilkan output denganbiaya rendah namum kualitas
terjamin.  Uapaya  ini  dapat  dilakukan  dengan  rekayasa  ualng (reengineering),
termasuk  merekayasa  kembali  bidang  SDM.  Menjadi  pakar  administrasi  perlu
menguasai dua fase rekayasa kembali. Pertama, proses perbaikan, menfokuskan pada
indentifikasi proses-proses yang tidak efektif dan merencanakan metode alternative untuk  meningkatkan  kualitas  pelayanan.  Kedua    memikirkan  penciptaan  ulang
(rethinking value creation values) yang prosesnya dimulai pelanggan. Sehingga dapat
mengubah focus kerja  dari  apa  yang dapat  dilakukan  menjadi  apa  yang harus dihasilkan. 
3.       Employee Champion, Menjadi penengah antara karyawan dan manajemen untuk
memenuhi kepentingan dua belah pihak. Dengan persaingan bisnis yang semakin kuat
menyebabkan tuntutan menajemen terhadap karyawan semakin tinggi. Oleh karena
menajer  lini  harus  memperhatikan  keadaan  karyawan  yang  berkaitan  dengan.
Pertama,  kurangi  tuntutan (demand) dengan cara  mengurangi  beban  kerja  dan
menyeimbangkan  dengan  sumber  daya  yang  dimiliki  oleh  karyawan.  Kedua,
tingkatan sumber daya dengan membantu karyawan mendefenisikan sumber daya
baru (dalam  dari  karyawan)  sehingga  mereka  dapat  menyesuaikan  diri  dengan
kebuthan organisasi. Ketiga,mengubah tuntutan menjadi sumber daya dengan cara
membantu karyawan mempelajari transformasi demand ke dalam sumber daya.
4.      Agent of Change, Menjadi agent perubahan, mempertajam proses dan budaya yang dapat
meningkatkan kapasitas organisasi untuk berubah. Terdapat tiga tipe perubahan yaitu : pertama, perubahan inisiatif, memfokuskan pada penerapan program, proyek tau
prosedur  baru.  Kedua  perubahan  proses dalam organisasi  dengan memfokuskan
kepada cara bagaimana melakukan kerja sama optimal. Ketiga, perubahan budaya
akan terjadi jika strategi dasar organisasi bisnis dikonseptualkan kembali.

Keempat hal tersebut merupakan peran baru dari Departemen MSDM   yang  akan dapat meraih keunggulan kompetitif dengan kerja sama dengan manajer lini   dan
manajer pucak. Keunggulan kompetitif akan dicapai dengan tiga strategi yaitu : inovasi
(innovation),  peningkatan kualitas (quaity  enhancement) serta penurunan biaya  (cost
reduction).


Sumber :
Gary Dessler, Human Resources Management, 9th edition, Prentice Hall, 2003 Randal S. Schuler, Susan E. Jackson, MSDM Menghadapi Abad ke 21, 1997 Henry Simamora, MSDM Edisi 3 Tahun 2004 
Anwar Prabu mangkunegara, MSDM perusahaan, 2004
 Hasibuan, S.P Malayu, 1994. Manajemen Sumber daya manusia,Penerbit Jakarta : Bumi aksara
Hasibuan, S.P Malayu, 2002. Manajemen Sumber daya manusia Edisi Revisi,Penerbit Jakarta : Bumi aksara
Manajemen Sumberdaya Manusia, Modul Program Ekstensi Fakultas Ekonomi USU

COMPLAINT LETTER AND APPLICATION LETTER


COMPLAINT LETTER AND APPLICATION LETTER

A.Complaint Letter
Complaint Letter is a type of letter written to address any type wrong doing, offence, grievance, resentment arising out of a product, service etc. Complaint Letters are used to raise your concerns about unfair things and seek a productive outcome. They are also used to vent out your pent up emotions arising out of your suffering or bad experience. It is a fundamental right and duty of a citizen to seek justice arising out of any injustice, which is initiated by a Complaint. Complaint letters then, become your First Step towards your Consumer Rights. They inspire other hassled consumers, influence the concerned authorities towards taking proper action and make the defaulters more liable, responsible and responsive. This is because unresponsive behaviour of the offender is liable to a Punishable Court Proceeding or an Expensive Lawsuit.
Writing complaints letters is an essential responsibility of the victim whilst seeking positive outcomes. Complaint Letter writing is not only a pre-warning for the offender but also a chance for them to rectify their act in time. These letters are not just meant for defective products, service they can also be written towards any injustice happening in the society, like ‘Smoking in Public’, ‘Misuse of Water by any Person or an Organisation’ and any issue happening in society which needs to be addressed. 
Anyone can complaint through letter if there is a legitimate reason. Anyone can write a letter to the administration regarding the pollution, water supply, traffic problems, shortage of electricity etc. You don’t need to be a lawyers or an influential person. All you need to do is to learn to write a complaint letter in an appropriate manner with all the relevant information included. In the matter contained here, you will get all the tips to write a complaint letter.
Types of Complaint Letters
Complaint letters are of different types and different reasons and depending upon that they can be categorised accordingly.
Depending on the level of an organisation or an individual these can be:
1.      Personal Complaint Letters - When a letter is written at a personal level by an individual it is called as Personal Complaint Letter. These are written by consumers to get refund, replace a product etc.  These are also written for grievances’ regarding a service or any issue affecting the individual or society at large.
2.      Professional Complaint Letters - When a letter is written on behalf of an organisation it is called known as Professional Complaint Letter. These letters have the backing of an organisation and are mostly related to professional items and services.
Complaint Letter Samples
·         Product Complaint Letter
·         Customer Complaint Letter and Articles
Example complaint letter:
56 Disgruntled Street
Somewhere Unhappy
1AM MAD

Customer Service Manager
That Awful Company
Somewhere Awful
UR BAD
June 15, 2016

Dear Sir/Madam,
I am writing today to complain of the poor service I received from your company on June 12, 2016. I was visited by a representative of That Awful Company, Mr. Madman, at my home on that day.
Mr. Madman was one hour late for his appointment and offered nothing by way of apology when he arrived at noon. Your representative did not remove his muddy shoes upon entering my house, and consequently left a trail of dirt in the hallway. Mr. Madman then proceeded to present a range of products to me that I had specifically told his assistant by telephone I was not interested in. I repeatedly tried to ask your representative about the products that were of interest to me, but he refused to deal with my questions. We ended our meeting after 25 minutes without either of us having accomplished anything.
I am most annoyed that I wasted a morning (and half a day's vacation) waiting for Mr. Madman to show up. My impression of That Awful Company has been tarnished, and I am now concerned about how my existing business is being managed by your firm. Furthermore, Mr. Madman's inability to remove his muddy shoes has meant that I have had to engage the services, and incur the expense, of a professional carpet cleaner.
I trust this is not the way That Awful Company wishes to conduct business with valued customers—I have been with you since the company was founded and have never encountered such treatment before. I would welcome the opportunity to discuss matters further and to learn of how you propose to prevent a similar situation from recurring. I look forward to hearing from you.
Yours faithfully,

Miss Bernad


1.      who is the author of the letter?
Answer : Miss Bernad
2.      for whom is the letter intended?
Answer : Mr. Madman's company representative
3.      what's the contents of the letter?
Answer : complaining about bad service received
4.      when did that happen?
Answer : on June 12, 2016
5.      what do you want from the letter writer?
Answer : she welcomed the opportunity to discuss further matters and to learn about how the company proposes to prevent similar situations from recurring

B. Application latter
An application letter is a cover letter, a sales letter, and a marketing tool all in one and it should accompany a professional resume any time a person applies for a job.Its main objective is to get the applicant in the door for an interview and must be written well enough to attract the attention and interest of the person with the power to recommend or grant one.
The scope should include compelling information that will convince the reader that the qualifications outlined in the resume are strong enough to make an applicant a candidate.
Identify Your Reader
An application letter should be addressed to the person who is in charge of screening and hiring new employees. That person's name should be placed in the inside heading and salutation of your application. It should also be included on the top line of your envelope.
Remember that people do business with people first, businesses second. When you address your reader by name, you recognize their individual importance and value as a human being.
Establish Your Objective
The objective of an application letter is to attract the attention of an employer. It acts as a cover letter for your resume and should provide enough personal information to convince the reader to grant you an interview.
The qualifications you provide a potential employer should be included on your resume. Your cover letter should indicate that you are a suitable candidate and attract attention to your resume.
Determine Your Scope
The scope of your application letter should include those things that are specific to obtaining your objective - convincing the reader to grant you an interview. You should be brief, but include such things as:
·         A specific job title
·         A desired area of employment
·         Source of job lead
·         Educational background
·         Work experience
·         Leadership activities
·         Specialized training
Remember, you are requesting an interview. Specify times at which you are available and the methods by which you can be contacted.
Organize Your Letter
Organizing your application letter will establish a logical order in which to present your information. You have already begun this task by establishing an objective and determining your scope. Refer back to them. Together they include much of the content that will become the body of your letter.
A simple outline will get you organized. Begin by creating a list of points that your letter will address and put them in the sequential order that will best help your reader comprehend your application. These points will become the backbone of your draft; your outline will become a checklist.
Draft Your Letter
Working from an outline is the simplest way to draft an application letter. You have already organized yourself by creating a list. Refer back to it and turn each fragment into a full and complete sentence expressing a single thought or idea.
In order that your thoughts and ideas are conveyed in a cohesive manner, write in as natural a sounding voice as possible. Try writing your draft quickly and then read it out loud. Concentrate on communicating your objective to your reader. Make sure that the scope of your letter contains all the relevant information included in your organizational list.
Keep in mind that you are writing a rough draft. For the moment you can ignore spelling, grammar, punctuation, sentence and paragraph structure. Those are technical details that you will pay attention to in the final step when you review and revise your work.
Close Your Letter
An application letter should close in a professional manner. Once your last paragraph is written, sign off between a complimentary close such as "Sincerely," or "Thank you," and your printed name.
If you are writing in conjunction with an official duty, place your title below your printed name. Additional information such as dictation remarks, notification of attachments, enclosures and copies sent to other individuals should be placed beneath the title line.
Review and Revise Your Application Letter
Reviewing and revising the draft of your application letter is a final inspection, a last check to see whether your objective is clearly stated and your scope concisely defined. Put yourself in the reader's shoes and ask whether the details are accurate and complete.
Look for obvious errors. Check for spelling, sentence structure and grammar mistakes. Your complaint should be direct and to the point, so make sure that you have used a strong active voice.Keep in mind the overall cohesiveness of your letter. Look for accuracy, clarity and a sense of completeness. Ask yourself if the transitions between paragraphs are working and if your point of view, tone and style are consistent throughout the text.
Examine your word choices carefully. Ambiguous words lead to confusion. Jargon and abstract terms may not be understood at all and affectations, cliches and trite language serve no real purpose and will obscure your objective.
If you have not written an opening or a closing now is the time. The introduction should lead into the letter with a firm statement about the position or job you are seeking. The conclusion should provide your contact information.
Example application letter :
Bondet Bargowo
Jln. Sang Kancil Gembul V/25
Surabaya 6000
Phone: 031-7007007


28 July 2006
HRD Manager
PT. Timun Perkasa Tbk.
Jln. Kebun Buah Manis 125
Surabaya 5000


Dear Sir/Madam:

            With reference to your advertisement in “The Jakarta Post” dated 26 July 2006, I  would like to be considered for the post of villa maintenance supervisor.
            I am 25 years old. I completed my civil engineering from The 10 Nopember Institute of Technology, Surabaya,  in 2005 with GPA of 3.45. After my graduation I worked as a marketing supervisor in PT. Semangka Tanpa-Biji Tbk, but two months ago my contract expired. I have learned my background education would meet the requirements of the post you offered, and I am sure my prior work experience will be useful for the post. In addition, my qualifications in computer, English (spoken and written), and leadership will certainly support the job.
            For your consideration, I herewith enclose the copies of my diploma and transcript, Curriculum Vitae, a testimonial from the director of PT Semangka Tanpa-Biji Tbk., recent photograph, and few other documents.
            I would be grateful if you consider this application letter favorably and give me the opportunity for interview. And for your convenience, you may contact me any time you wish.
            Looking forward to hearing from you soon, I would sincerely thank you very much.

Yours faithfully,

Bondet Bargowo


1.      who is the author of the letter?
Answer : Bondet Bargowo
2.      addressed to the letter?
Answer : HRD Manager PT. Timun Perkasa Tbk.
3.      what's the contents of the letter?
Answer : job application for villa maintenance supervisor position
4.      what is attached to the application letter?
Answer : the copies of my diploma and transcript, Curriculum Vitae, a testimonial from the director of PT Semangka Tanpa-Biji Tbk., recent photograph, and few other documents.
5.      where did he get the vacancy?
Answer : advertisement in “The Jakarta Post”







Reference :



Definition Inquiry Letter and Order Letter along with examples


Definition Inquiry Letter and Order Letter along with examples

          Inquiry Letter is a letter written to request information and/or ascertain its authenticity. A letter of inquiry deals with various matters like job vacancies, funding, grants, scholarships, projects, sales, pre-proposals and others. The term is common in various business setups as it implies fund request or pre-proposal information. Owing to this usage, the term may be considered exclusive to these setups alone. But that is not the case, to this effect the below definition offers a justified meaning.
Inquiry Letter Definition
A document requesting information sent on behalf of an individual or an organisation for their own respective purposes, which can be mutually beneficial to the recipient and the sender.
The term ‘Inquiry’ is same as ‘Enquiry’. The former is more commonly used in U.S. and the latter one is more common in U.K. There are some other terms which represent the letters; these are Letter of Intent, Letter of Interest, Query letter, Prospecting Letter, Pre-proposal Letter and Concept Paper. The term ‘Cover Letter’, ‘Business Letter’, ‘Request Letter’ and ‘Sales Letter’ is also applied to an inquiry letter especially when the objective is same as that of letter for inquiry.
A letter of inquiry serves to facilitate business operations and satisfaction of the sender. Inquiry letters remove any misunderstanding and are time savers, especially when two parties want to reach an understanding. The communication towards this effect resolves the issue without any delay. With relation to it being a ‘Pre-proposal letter’, the inquiry letter is also termed as a ‘Condensed Version of a Proposal’. It is the outcome of the purpose of the letter which highlights the points of a proposal instead of a full-fledged proposal.
On an individual’s basis, these letters are sent to companies that are willing to hire but haven't advertised job openings. It can also be a letter addressed to editor in-charge of a publication proposing certain literary work. It can be a letter from a student who is vying for a seat in a college or a business that provides an internship. So, the objective of an enquiry letter is same but its projections and audiences are different. Same goes for its method of delivery, it can be sent via paper mail or electronic mail.
Inquiry Letter Samples :
·         Fund Inquiry Letter

Example is inquiry letter :

1102 West 30th
Lawrence, KS 66321
August 4, 19XX

Dr. Maria Gomez-Salinas
Director of the Diabetes Clinic
St. David's Hospital
1000 Greenberg Lane
Wichita, KS 66780
 

Dear Dr. Gomez-Salinas: 

I am writing you in hopes of finding out more about how the
new Glucoscan II blood glucose monitoring system, which a
representative at Lifescan informed me that your clinic is
currently using. 

Originally, I saw Lifescan's advertisement of this new
device in the January 19XX issue of Diabetes Forecast and
became very interested in it. I wrote the company and got
much useful information, but was recommended to write
several current users of the system as well. 

For a technical report that I am writing for a technical
writing class at Johnson County Junior College, I need some
help with the following questions: 


1.      How often does the Glucoscan II need to be calibrated in practical, everyday use conditions? 
2.      How accurate is the Glucoscan II compared to other similar systems that your patients have used? 
3.      What problems do your patients experience with this new device?


The Lifescan representative indicated that your clinic is
one the leaders in implementing new technology for
diabetics, and therefore I am eager to hear from you. In
the report I will acknowledge your contributions, and I
will send you a copy of the completed report if you wish. 

Thank you for your time, and I hope to hear from you soon.

Sincerely,



Anita Teller   
Student, Medical Technology
Johnson County Junior College


Definition order letter
The letter that is written by a potential buyer to the seller requesting him to deliver goods is known as order letter. By writing inquiry letters, buyers can collect necessary information about the price, quality of goods and terms of sale. If the buyer finds the quoted price, quality of goods and terms of sales satisfactory, he places an order to supply goods in his address. The seller delivers the good according to the buyer’s order.
In modern time, sellers supply printed orders forms to the customers and customers place orders by filling up those printed order blanks. In this case, the printed order sheet or blank is considered as the order letter.
Factors to be considered in writing oerder letter or, contents of order letter
Through order letter, the potential buyers request the suppliers to deliver goods to them. In modern time, printed order blanks or purchase order forms supplied by the seller are typically used for placing orders. However, in absence of order blanks and purchase order forms, order letters are written. Such letters contain three major categories of information:
1.      Information about the items being ordered;
2.      Information relating to shipping; and
3.      Information relating to payment.
1. Information about the items being ordered: An order letter must contain full particulars of goods ordered. Such information include the followings:
a. Product name
§  Brand name
§  Quantity
§  Catalog number
§  Model number
§  Color
§  Size
§  Weight
§  Unit price
2. Information relating to shipping: Shipping information is very important. In absence of shipping information, there can arise misunderstanding between buyer and seller. Shipping information may include the followings:
§  Desired receipt date;
§  Desired shipping location; and
§  Mode of shipping (rail, road, or waterways).
3. Information relating to payment: Mode of payment of prices for the ordered items must be clearly indicated. The seller will accept the order letter only when both of them come to a common ground relation to payment of price. Payment information include the following:
§  Mode of payment (cash, cheque, draft)
§  Payment data
The above stated factors are usually included in order letter. However, the buyer can include any other instruction or element if he thinks necessary.
Example is order letter :

February 14, 19xx

Lindsay office products
P.O. Box 1879
Spokane, Washington  98989

Subject:  Furniture and equipment order

Please ship the following items from your sales catalog
dated January 31, 19XX:

        ITEM                  CATALOG #          COLOR            QTY           PRICE

   Conference Desk     HN-33080-WB       Sandalwood         2            $478.60 ea.
   Credenza                  HN-36887-WK      Sandalwood         2              431.40 ea.
   Executive Chair       HP-56563-SE         Toasted Tan         4              422.00 ea.
   File Cabinet             HN-5344C-K          Beige                   2              135.90 ea.
   Letter Tray               K5-299907-A         Black                   6                16.95 ea.

The items ordered above should be shipped C.O.D. to this address:

                            CLAIMS DIVISION,  LAW DEPARTMENT
                                                    City of Austin
                                                     P.O. Box 96
                                          Austin,  Texas 78767-0096

The costs above reflect a discount of 50/10, with net due in 30
days after the invoice date. The merchandised is to be shipped
by your company's own truck line at a rate of 7 percent of the
total net cost.

We are remodeling our offices and have a target completion date
of March 30, 19XX.  If there is any reason you see that you can
keep your part of this schedule, please let me know
immediately.

Sincerely,

Berenice Chamala
Supervisor, Clerical Services

BKC: amm


Essay  questions about inquirt letters and answers :
1.      who is Dr. Maria Gomez-Salinas?
 Answer :she is the Clinic Director of Diabetes St. Hospital David..
2.      what is the purpose of anita teller writing a letter to Dr. Maria Gomez-Salinas?
Answer : to find out more about how the new Glucoscan II blood glucose monitoring system.
3.      who is anita teller?
Answer : she is Student, Medical Technology Johnson County Junior College
4.      who shows that Dr. Maria Gomez-Salinas clinic one leader in implementing new technology for diabetics?
Answer : Lifescan Representative.
5.      why did Anita letter write the letter?
Answer : For technical reports written for technical writing class at Johnson County Junior College.



Essay  questions about order letters and answers :
1.      who wrote the letter?
 Answer : Chamen Berenice Supervisor, Clerical Service
2.      Where is the ordered item sent?
Answer : CLAIMS DIVISION,  LAW DEPARTMEN City P.O. Box 96Austin,  Texas 78767-0096
3.      what items are ordered?
 Answer : Conference desk, Credenza, Executive Chair, File Cabinet,and Letter Tray.
4.      what is the price of a conference table?
Answer : $ 478,60 ea
5.      including what items are ordered?
 Answer : Furniture and equipment order



Reference :



- Copyright © Dewi purnamasari - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -