Tugas 4
- Jenis
usaha yang dijalankan
Hal pertama
yang dipertimbangkan adalah jenis usaha apa yang akan dijalankan. Sesuai dengan
keinginan, badan usaha yang akan dijalankan bisa dalam bentuk perdagangan,
industri dsb. Orang yang ingin membuka usaha, harus selektif dalam memilih
jenis usaha yang mengeluarkan modal tidak terlalu besar dengan resiko kerugian
kecil.
- Batas
wewenang dan tanggung jawab pemilik
Ketika
menjalankan bisnis, ada 2 hal yang sangat erat berkaitan, yaitu mengenai
pengambilan keputusan dan batas kewenangan dalam menjalankan bisnis. Karakter
badan usaha sangat menentukan hal ini. Karena tidak semua badan usaha memiliki
pemisahan tanggung jawab antara pemilik dengan badan usahanya. Dalam hal
memilih CV atau Firma sebagai badan usaha, ketika timbul suatu kerugian, maka
kerugian tersebut menjadi tanggung jawab pemiliknya juga, hingga ke harta
pribadi. Berbeda dengan Perseroan Terbatas, dimana ada keterbatasan tanggung
jawab.
- Kapasitas
Keuangan dan Kemudahan Pendirian
Umumnya para
pebisnis berskala kecil, ingin memilih pendirian badan usaha yang prosesnya
sederhana dan biaya sesuai dengan kapasitas keuangannya. Ketika budgetnya tidak
mencukupi untuk mendirikan Perseroan Terbatas, seringkali badan yang dipilih
adalah CV. Namun yang harus diperhatikan adalah karakter dari badan usaha yang
dipilih berikut tanggung jawabnya.
- Kemudahan
memperoleh modal
Dalam
bisnis, pemisahan keuangan pribadi dengan bisnis adalah hal mutlak. Ketika
membuat badan usaha, diharapkan dapat membuat rekening atas nama perusahaan
tersebut. Sehingga, untuk keperluan permodalan, akan dapat dengan mudah
mengajukan ke perbankan atau investor apabila cash flow yang telah berdiri
sendiri dan berjalan baik dari bisnis tersebut sudah diletakkan pada wadah
khusus, yaitu rekening perusahaan.
- Besarnya
resiko kepemilikan
Para
pengusaha harus memikirkan resiko-resiko yang akan terjadi dalam perusahaannya.
Misalnya pengusaha dalam bidang industri akan menggunakan alat-alat produksi
yang membutuhkan perawatan sesering mungkin agar terhindar dari resiko
kerusakan, cacat, dll.
- Perkembangan
usaha
Pengusaha
haruslah visioner, oleh karena itu optimisme dalam mengembangkan bisnis juga
merupakan pertimbangan dalam memilih badan usaha. Seiring dengan perkembangan
bisnis, maka tidak hanya omset yang makin besar, namun resikonya juga makin
besar. Oleh karena itu perlu disesuaikan dan dipersiapkan strategi memilih
badan usaha yang tepat.
- Pihak-pihak
yang terlibat dalam kegiatan usaha
Agar usaha
dapat terkoordinir dengan baik, pengusaha hendaknya melibatkan pihak-pihak lain
yang dapat mendukung jalannya perusahaan. Pihak-pihak tersebut ditempatkan pada
bagian-bagian yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
- Kewajiban
dari peraturan pemerintah
Sebagai
warga Negara yang baik, pengusaha harus memperhatikan peraturan-peraturan
pemerintah seperti ijin industri, NPWP, akta notaries, pajak dan ijin domilisi.
KECENDERUNGAN MERUBAH BENTUK PERUSAHAAN PERSEORANGAN MENJADI BENTUK PERSEROAN TERBATAS
Banyak orang cenderung merubah bentuk perusahaannya dari perusahaan perseorangan ke bentuk perseroan terbatas. Hal itu dikarenakan sulitnya mengembangkan usaha yang dibentuk dalam perusahaan perseorangan. Perusahaan perseorangan hanya bermodal kecil, terbatas jenis dan modal produksi, memiliki tenaga kerja atau buruh yang sedikit bahkan bisa jadi tidak memiliki tenaga kerja atau buruh serta alat teknologi yang dipakai masih sederhana.Pengusaha perusahaan perseorangan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap semua resiko dan kegiatan perusahaan, apabila kekayaan perusahaan tidak dapat menutup utang perusahaan, maka kekayaan pribadi menjadi jaminan untuk menutup kekurangan pembayaran utang perusahaan tersebut. Pada umumnya kemampuan investasinya terbatas, sehingga besar atau luas usaha juga terbatas. Apabila pemilik perusahaan meninggal dunia atau tidak dapat aktif untuk waktu yang cukup lama, maka kegiatan perusahaan akan terhenti tetapi perusahaan tersebut dapat juga dipindahtangankan.
Berbeda dengan bentuk usaha Perseroan Terbatas, besarnya modal perseroan tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan, sehingga pemilik memiliki harta kekayaan sendiri. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti kepemilikan perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas yaitu sebanyak saham yang dimiliki, apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan, pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas. Dengan menggunakan bentuk usaha Perseroan Terbatas, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan atau menghentikan kegiatan perusahaan.
BENTUK BADAN USAHA KOPERASI BAGI RAKYAT INDONESIA
Bentuk koperasi cocok dengan bentuk usaha rakyat indonesia,Karena berdasarkan pengalaman, kegiatan saling membantu (gotong royong, solidaritas, dan perhitungan ekonomi) diantara individu dan usaha, akan lebih berhasil mengatasi permasalahan baik sosial maupun ekonomi.
Apalagi dalam menghadapi ekonomi pasar dimana persaingan pasar sangat ketat akan menyebabkan UKM (Usaha Kecil Menengah) semakin tidak berdaya. Dalam ketidak berdayaan ekonomi seperti ini kekuatan-kekuatan ekonomi seperti usaha besar akan menguasai UKM baik dalam pemasaran hasil produksi maupun dalam penyediaan sarana-sarana produksi. Hal ini menyebabkan usaha-usaha kecil dan menengah harus bergabung dalam suatu wadah (organisasi), dengan saling membantu dan bekerja sama tidak saja untuk menghadapi oligopolies dan monopolis, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan berproduksi dan memasarkan hasil produksinya. Organisasi tersebut dinamakan koperasi. Para pelopor koperasi telah berhasil memprakarsai organisasi-organisasi koperasi dan mengembangkan gerakan koperasi, gagasannya dan mengembangkan struktur organisasi koperasi tertentu terutama yang dapat diadaptasikan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan, kepentingan-kepentingan khusus dan pada situasi nyata dari kelompok-kelompok orang-orang yang berbeda lingkungan ekonomis dan sosial budaya. Mereka dalam mendirikan tipe koperasi tertentu dengan melalui proses “trial and errors” yang akhirnya berhasil membentuk organisasi koperasi. Dalam melaksanakan fungsi-fungsi inovatif sebagai pemrakarsa-pemrakarsa sebagai pengusaha-pengusaha koperasi yang membuka jalan yang disebut promotor koperasi.
MENGAPA KOPERASI DI INDONESIA MASIH SANGAT SULIT UNTUK BERKEMBANG?
Koperasi merupakan badan usaha bersama yang
bertumpu pada prinsip ekonomi kerakyatan yang berdasarkan atas asas
kekeluargaan. Berbagai kelebihan yang dimiliki oleh koperasi seperti efisiensi
biaya serta dari peningkatan economies of scale jelas menjadikan koperasi
sebagai sebuah bentuk badan usaha yang sangat prospekrif di Indonesia. Namun,
sebuah fenomena yang cukup dilematis ketika ternyata koperasi dengan berbagai
kelebihannya ternyata sangat sulit berkembang di Indonesia. Koperasi bagaikan
mati suri dalam 15 tahun terakhir. Koperasi Indonesia yang berjalan di tempat
atau justru malah mengalami kemunduran.
Berbagai paket program bantuan dari pemerintah seperti kredit program: KKop, Kredit Usaha Tani (KUT), pengalihan saham (satu persen) dari perusahaan besar ke Koperasi, skim program KUK dari bank dan Kredit Ketahanan Pangan (KKP) yang merupakan kredit komersial dari perbankan, Permodalan Nasional Madani (PNM), terus mengalir untuk memberdayakan gerakan ekonomi kerakyatan ini. Tak hanya bantuan program, ada institusi khusus yang menangani di luar Dekopin, yaitu Menteri Negara Urusan Koperasi dan PKM (Pengusaha Kecil Menengah), yang sebagai memacu gerakan ini untuk terus maju. Namun, kenyataannya, Koperasi masih saja melekat dengan stigma ekonomi marjinal, pelaku bisnis yang perlu “dikasihani”.
A.Permasalahan yang dihadapi koperasi di Indonesia
Secara umum, ada dua kelompok permasalahan yang dihadapi perkoperasian di Indonesia yang membuat koperasi di Indonesia menjadi sangat sulit untuk berkembang, yaitu:
a.Permasalahan yang berasal dari dalam organisasi koperasi
Masalah-masalah yang timbul karena kelemahan-kelemahan dari segi intern organisasi itu sendiri. Yang dapat dikatagorikan permasalahan yang datang dari dalam, yaitu:
1.Pengelolaan sebagian besar koperasi di Indonesia kurang profesional
Hal ini disebabkan karena sebagian besar para pengurus atau pengelola koperasi tersebut kurang berpendidikan, keahlian, keterampilan serta wawasan, sehingga si pengelola kurang tanggap, kurang fleksibel dalam membaca kesempatan serta peluang-peluang yang ada dan selalu ketinggalan dari Badan Usaha Umum lainnya. Adanya keterbatasan dana yang membuat koperasi kurang berkembang, sementara untuk menggunakan orang yang memiliki kualifikasi yang profesional koperasi kurang mampu untuk membayar gajinya. Dan biasanya, sebagian besar orang enggan mengambil pekerjaan ini karena faktor imbalannya yang kecil dengan tanggung jawab yang besar.
2.Kurangnya Permodalan Koperasi
Kekurangan permodalan ini merupakan masalah yang umum sekali yang dihadapi oleh perkoperasian di Indonesia, dimana hal ini diantaranya disebabkan oleh:
a.Kelemahan dalam pembentukkan modal sendiri
Hal ini disebabkan karena usaha koperasi yang kurang berkembang dan SHU (Sisa Hasil Usaha) yang diperoleh juga kecil
b.Kelemahan dalam menarik sumber modal dari luar organisasi
Hal ini karena faktor kepercayaan dan kesadaran masyarakat serta partisipasi masyarakat yang masih kurang terhadap koperasi. Kekurangpercayaan dan partisipasi ini juga karena melihat perkembangan koperasi dan usahanya yang sangat lambat
c.Karena kurangnya inisiatif dan upaya sendiri dalam meningkatkan permodalan, hal ini karena kebiasaan ketergantungan pada subsidi atau sokongan permodalan yang berasal dari pemerintah.
3.Kurangnya efisiensi organisasi dan usaha koperasi
Kurangnya efisiensi organisasi karena sebagian besar anggota koperasi kurang berpendidikan, sehingga mengalami kesulitan dalam memberikan petunjuk atau pengarahan, serta pelaksanaan rapat anggota tidak efektif. Sedangkan, kurang efisiensinya usaha koperasi karena skala usaha yang kurang berkembang, sehingga dalam skala usaha yang terbatas tentunya tingkat biaya akan lebih besar.
4.Kurangnya inisiatif dan upaya sendiri dalam mengembangkan koperasi atau masih lemahnya sifat kemandirian bagi sebagian besar koperasi di Indonesia, yang disebabkan oleh faktor kebiasaan yang selalu tergantung pada subsidi, sokongan, ataupun bimbingan dan perlindungan pemerintah, dimana biasanya koperasi ini dijadikan oleh pemerintah sebagai penyalur bantuan (subsidi) pemerintah kepada masyarakat.
5.Tingkat pendidikan sebagian besar anggota koperasi masih rendah dan bahkan ada yang tidak berpendidikan atau buta huruf. Kelemahan ini akan menyulitkan bagi koperasi dalam hal:
a.Memberikan pengarahan-pengarahan ataupun petunjuk tertulis kepada anggota,
b.Sulit untuk menyelenggarakan rapat anggota dan penerapan prinsip-prinsip serta sendi dasar koperasi secara efektif dan optimal.
6.Masih banyak pengurus koperasi yang mempunyai Tugas Rangkap
Sebagian besar pengurus masih banyak yang mempunyai tugas rangkap seperti aparat pemerintah (pegawai negeri),guru, dll. Hal ini dapat menyebabkan pikiran tidak dapat dicurahkan secara optimal untuk kepentingan dalam pengembangan koperasi.
7.Diverisifikasi usaha yang kurang berkembang
Disebabkan karena kurangnya bervariasi, sehingga koperasi hanya terpaku pada hal yang sama (monoton), kelemahan ini menjadikan usaha koperasi selalu kalah dalam bersaing dengan badan usaha lain yang diverisifikasi usahanya lebih berkembang.
B.Permasalahan yang berasal dari luar organisasi koperasi
Masalah yang berasal dari luar organisasi koperasi, diantaranya:
1.Semakin ketat persaingan dalam dunia usaha
Hal ini makin menyulitkan koperasi dalam berusaha karena persaingan terutama yang datang dari Badan Usaha Non-Koperasi yang memiliki keunggulan-keunggulan dibandingkan koperasi.
2.Masih kurangnya kepercayaan dan kesadaran masyarakat terhadap koperasi
Pada masa ideologi politik PKI, koperasi banyak yang mengalami kegagalan karena penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh pengurus atau pengelolanya. Masalah ini menjadikan koperasi sulit untuk menghimpun anggota, sulit untuk menarik kepercayaan masyarakat untuk menanamkan modalnya pada koperasi.
3.Masih kurangnya jalinan kerjasama koperasi
Koperasi sebenarnya memerlukan yang namanya kerjasama, karena kerjasama merupakan salah satu jalan yang sangat potensial dalam memperluas skala usaha, meningkatkan permodalan, atau mengembangkan usaha.
4.Masih kurangnya partisipasi dari pihak lain dalam upaya meningkatkan koperasi
Hal ini dapat kita lihat masih kurang yakinnya perbankan dalam memberikan kredit kepada koperasi, walaupun dalam UU perbankan telah digariskan bahwa dalam memberikan kredit 20 % untuk koperasi.
5.Keterbatasan sarana pendidikan dan latihan perkoperasian
Akademik koperasi di Indonesia hanya ada di beberapa kota tertentu saja. Masalah ini jelas menghambat bagi koperasi dalam meningkatkan pendidikan, keahlian ataupun keterampilan pengurus.
•Salah satu contoh sulitnya koperasi berkembang di Pedesaan
Sejumlah Koperasi Desa di daerah Jombang sulit berkembang karena minimnya akses bantuan modal. Besarnya jumlah bunga pinjaman membuat sejumlah anggota koperasi memilih keluar dari keanggotaan.
”Bunga pinjaman berkisar 3 sampai 6 persen, sehingga ada saja anggota yang tidak mampu mangangsur,” ungkap Syaifuddin, anggota salah satu koperasi di Desa Katemas, Kudu, Jombang.
Salah seorang anggota koperasi di Desa tersebut mengatakan, janji kesejahteraan jika bergabung dengan koperasi hingga kini belum dirasakan sejumlah anggota. ”Bukan kesejahteraan yang saya dapatkan, tapi malah keruwetan karena terus menerus di kejar kejar hutang,” ujar Muhid.Zainul Asfan, pengurus koperasi Wira Usaha industri kecil Katemas ( WIKA) membenarkan jika sejumlah koperasi Desa membebankan bunga yang cukup tinggi kepada setiap anggota yang mengajukan pinjaman. Namun, kata Zainul, penerapan bunga pinjaman yang cukup tinggi tersebut bertujuan untuk mengembangkan modal koperasi.
“Ini di lakukan agar koperasi dapat memberikan pinjaman yang lebih banyak untuk anggota. Untuk sekarang ini modal koperasi hanya mengandalkan dari iuran anggota,” katanya.
Menurut Zainul, pembebanan bunga tinggi dari setiap pinjaman oleh anggota dilakukan karena minimnya modal yang dimiliki koperasi. “Sedangkan untuk meng akses permodalan dari dinas terkait masih sulit, karena terbentur administrasi yang ruwet,” ujarnya.
Berbagai paket program bantuan dari pemerintah seperti kredit program: KKop, Kredit Usaha Tani (KUT), pengalihan saham (satu persen) dari perusahaan besar ke Koperasi, skim program KUK dari bank dan Kredit Ketahanan Pangan (KKP) yang merupakan kredit komersial dari perbankan, Permodalan Nasional Madani (PNM), terus mengalir untuk memberdayakan gerakan ekonomi kerakyatan ini. Tak hanya bantuan program, ada institusi khusus yang menangani di luar Dekopin, yaitu Menteri Negara Urusan Koperasi dan PKM (Pengusaha Kecil Menengah), yang sebagai memacu gerakan ini untuk terus maju. Namun, kenyataannya, Koperasi masih saja melekat dengan stigma ekonomi marjinal, pelaku bisnis yang perlu “dikasihani”.
A.Permasalahan yang dihadapi koperasi di Indonesia
Secara umum, ada dua kelompok permasalahan yang dihadapi perkoperasian di Indonesia yang membuat koperasi di Indonesia menjadi sangat sulit untuk berkembang, yaitu:
a.Permasalahan yang berasal dari dalam organisasi koperasi
Masalah-masalah yang timbul karena kelemahan-kelemahan dari segi intern organisasi itu sendiri. Yang dapat dikatagorikan permasalahan yang datang dari dalam, yaitu:
1.Pengelolaan sebagian besar koperasi di Indonesia kurang profesional
Hal ini disebabkan karena sebagian besar para pengurus atau pengelola koperasi tersebut kurang berpendidikan, keahlian, keterampilan serta wawasan, sehingga si pengelola kurang tanggap, kurang fleksibel dalam membaca kesempatan serta peluang-peluang yang ada dan selalu ketinggalan dari Badan Usaha Umum lainnya. Adanya keterbatasan dana yang membuat koperasi kurang berkembang, sementara untuk menggunakan orang yang memiliki kualifikasi yang profesional koperasi kurang mampu untuk membayar gajinya. Dan biasanya, sebagian besar orang enggan mengambil pekerjaan ini karena faktor imbalannya yang kecil dengan tanggung jawab yang besar.
2.Kurangnya Permodalan Koperasi
Kekurangan permodalan ini merupakan masalah yang umum sekali yang dihadapi oleh perkoperasian di Indonesia, dimana hal ini diantaranya disebabkan oleh:
a.Kelemahan dalam pembentukkan modal sendiri
Hal ini disebabkan karena usaha koperasi yang kurang berkembang dan SHU (Sisa Hasil Usaha) yang diperoleh juga kecil
b.Kelemahan dalam menarik sumber modal dari luar organisasi
Hal ini karena faktor kepercayaan dan kesadaran masyarakat serta partisipasi masyarakat yang masih kurang terhadap koperasi. Kekurangpercayaan dan partisipasi ini juga karena melihat perkembangan koperasi dan usahanya yang sangat lambat
c.Karena kurangnya inisiatif dan upaya sendiri dalam meningkatkan permodalan, hal ini karena kebiasaan ketergantungan pada subsidi atau sokongan permodalan yang berasal dari pemerintah.
3.Kurangnya efisiensi organisasi dan usaha koperasi
Kurangnya efisiensi organisasi karena sebagian besar anggota koperasi kurang berpendidikan, sehingga mengalami kesulitan dalam memberikan petunjuk atau pengarahan, serta pelaksanaan rapat anggota tidak efektif. Sedangkan, kurang efisiensinya usaha koperasi karena skala usaha yang kurang berkembang, sehingga dalam skala usaha yang terbatas tentunya tingkat biaya akan lebih besar.
4.Kurangnya inisiatif dan upaya sendiri dalam mengembangkan koperasi atau masih lemahnya sifat kemandirian bagi sebagian besar koperasi di Indonesia, yang disebabkan oleh faktor kebiasaan yang selalu tergantung pada subsidi, sokongan, ataupun bimbingan dan perlindungan pemerintah, dimana biasanya koperasi ini dijadikan oleh pemerintah sebagai penyalur bantuan (subsidi) pemerintah kepada masyarakat.
5.Tingkat pendidikan sebagian besar anggota koperasi masih rendah dan bahkan ada yang tidak berpendidikan atau buta huruf. Kelemahan ini akan menyulitkan bagi koperasi dalam hal:
a.Memberikan pengarahan-pengarahan ataupun petunjuk tertulis kepada anggota,
b.Sulit untuk menyelenggarakan rapat anggota dan penerapan prinsip-prinsip serta sendi dasar koperasi secara efektif dan optimal.
6.Masih banyak pengurus koperasi yang mempunyai Tugas Rangkap
Sebagian besar pengurus masih banyak yang mempunyai tugas rangkap seperti aparat pemerintah (pegawai negeri),guru, dll. Hal ini dapat menyebabkan pikiran tidak dapat dicurahkan secara optimal untuk kepentingan dalam pengembangan koperasi.
7.Diverisifikasi usaha yang kurang berkembang
Disebabkan karena kurangnya bervariasi, sehingga koperasi hanya terpaku pada hal yang sama (monoton), kelemahan ini menjadikan usaha koperasi selalu kalah dalam bersaing dengan badan usaha lain yang diverisifikasi usahanya lebih berkembang.
B.Permasalahan yang berasal dari luar organisasi koperasi
Masalah yang berasal dari luar organisasi koperasi, diantaranya:
1.Semakin ketat persaingan dalam dunia usaha
Hal ini makin menyulitkan koperasi dalam berusaha karena persaingan terutama yang datang dari Badan Usaha Non-Koperasi yang memiliki keunggulan-keunggulan dibandingkan koperasi.
2.Masih kurangnya kepercayaan dan kesadaran masyarakat terhadap koperasi
Pada masa ideologi politik PKI, koperasi banyak yang mengalami kegagalan karena penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh pengurus atau pengelolanya. Masalah ini menjadikan koperasi sulit untuk menghimpun anggota, sulit untuk menarik kepercayaan masyarakat untuk menanamkan modalnya pada koperasi.
3.Masih kurangnya jalinan kerjasama koperasi
Koperasi sebenarnya memerlukan yang namanya kerjasama, karena kerjasama merupakan salah satu jalan yang sangat potensial dalam memperluas skala usaha, meningkatkan permodalan, atau mengembangkan usaha.
4.Masih kurangnya partisipasi dari pihak lain dalam upaya meningkatkan koperasi
Hal ini dapat kita lihat masih kurang yakinnya perbankan dalam memberikan kredit kepada koperasi, walaupun dalam UU perbankan telah digariskan bahwa dalam memberikan kredit 20 % untuk koperasi.
5.Keterbatasan sarana pendidikan dan latihan perkoperasian
Akademik koperasi di Indonesia hanya ada di beberapa kota tertentu saja. Masalah ini jelas menghambat bagi koperasi dalam meningkatkan pendidikan, keahlian ataupun keterampilan pengurus.
•Salah satu contoh sulitnya koperasi berkembang di Pedesaan
Sejumlah Koperasi Desa di daerah Jombang sulit berkembang karena minimnya akses bantuan modal. Besarnya jumlah bunga pinjaman membuat sejumlah anggota koperasi memilih keluar dari keanggotaan.
”Bunga pinjaman berkisar 3 sampai 6 persen, sehingga ada saja anggota yang tidak mampu mangangsur,” ungkap Syaifuddin, anggota salah satu koperasi di Desa Katemas, Kudu, Jombang.
Salah seorang anggota koperasi di Desa tersebut mengatakan, janji kesejahteraan jika bergabung dengan koperasi hingga kini belum dirasakan sejumlah anggota. ”Bukan kesejahteraan yang saya dapatkan, tapi malah keruwetan karena terus menerus di kejar kejar hutang,” ujar Muhid.Zainul Asfan, pengurus koperasi Wira Usaha industri kecil Katemas ( WIKA) membenarkan jika sejumlah koperasi Desa membebankan bunga yang cukup tinggi kepada setiap anggota yang mengajukan pinjaman. Namun, kata Zainul, penerapan bunga pinjaman yang cukup tinggi tersebut bertujuan untuk mengembangkan modal koperasi.
“Ini di lakukan agar koperasi dapat memberikan pinjaman yang lebih banyak untuk anggota. Untuk sekarang ini modal koperasi hanya mengandalkan dari iuran anggota,” katanya.
Menurut Zainul, pembebanan bunga tinggi dari setiap pinjaman oleh anggota dilakukan karena minimnya modal yang dimiliki koperasi. “Sedangkan untuk meng akses permodalan dari dinas terkait masih sulit, karena terbentur administrasi yang ruwet,” ujarnya.
- Usaha
Ternak Ayam Petelur
Bila anda
memiliki lahan yang cukup luas, maka usaha ternak ayam petelur menjadi
salah satu alternatif bisnis yang menjanjikan. Konsumsi terhadap telur cukup
besar tiap bulannya. Bahkan paling tidak setiap rumah tangga di Indonesia pasti
mengkonsumsi atau menggunakan telur lebih dari 5 butir tiap bulannya, entah itu
untuk makanan, bahan kue, atau campuran jamu. Memulai usaha ternak ayam petelur
sebenarnya tidaklah terlalu rumit. Yang wajib dipelajari adalah memelihara
serta mengantisipasi penyakit yang sering menyerang, termasuk flu burung.
Pada
tahun 2004, usaha ternak unggas termasuk ayam sempat mengalami masa surut
karena dampak munculnya wabah flu burung. Banyak ayam yang mati mendadak,
bahkan beberapa orang meninggal dunia akibat serangan penyakit ini. Hal ini
yang membuat beberapa usaha ternak di daerah-daerah sempat menghentikan
sementara roda usahanya karena lesunya permintaan daging, telur dan produk
turunannya.
namun kini, seiring
semakin meningkatkan wawasan masyarakat dalam mencegah munculnya penyakit ini
dan juga peran pemerintah dalam mengatasi masalah ini, membuat usaha ternak
unggas kembali bisa bergairah. Usaha unggas ternak, dalam hal ini
ternak ayam sudah dilakukan oleh nenek moyang kita sejak zaman dulu. Kala itu,
jenis ternak ayam yang diupayakan adalah ayam kampung, yang mana dagingnya
sebagai bahan pangan dan telurnya bisa dijadikan sebagai campuran jamu. Seiring
perkembangan teknologi genetika dan persilangan, para ahli dan juga masyarakat biasa
berupaya menemukan bibit yang cocok dengan jenis ayam yang akan diternakan.
Setelah mengalami proses yang panjang, kini para pengusaha lebih memilih
beternak jenis ayam bisa menghasilkan untung yang cepat dan berlipat.
Secara garis besar, ada tiga jenis ayam yang menjadi acuan mereka dalam menentukan jenis bisnis yang akan dijalankan, yaitu ayam kampung, ayam pedaging (broiler), dan ayam petelur. Masing-masing jenis ayam tersebut mempunyai sisi keunggulan masing-masing. Ayam kampung tidak dapat menghasilkan daging dan telur yang maksimal, tetapi mempunyai harga yang lebih tinggi di pasaran. Ayam pedaging (potong) ditujukan untuk menghasilkan berat daging yang maksimal dalam waktu yang singkat. Sementara ayam petelur ditujukan untuk menghasilkan telur yang sebanyak-banyaknya, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar. Kali ini Kerja Usaha aan menguraikan secara singkat tentang seluk beluk berwirausaha ayam petelur. Di pasaran, ada dua macam ayam petelur, yaitu:
Secara garis besar, ada tiga jenis ayam yang menjadi acuan mereka dalam menentukan jenis bisnis yang akan dijalankan, yaitu ayam kampung, ayam pedaging (broiler), dan ayam petelur. Masing-masing jenis ayam tersebut mempunyai sisi keunggulan masing-masing. Ayam kampung tidak dapat menghasilkan daging dan telur yang maksimal, tetapi mempunyai harga yang lebih tinggi di pasaran. Ayam pedaging (potong) ditujukan untuk menghasilkan berat daging yang maksimal dalam waktu yang singkat. Sementara ayam petelur ditujukan untuk menghasilkan telur yang sebanyak-banyaknya, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar. Kali ini Kerja Usaha aan menguraikan secara singkat tentang seluk beluk berwirausaha ayam petelur. Di pasaran, ada dua macam ayam petelur, yaitu:
Tipe Ayam Petelur Ringan
Tipe ayam ini disebut dengan ayam petelur putih. Ayam petelur ringan ini
mempunyai badan yang ramping dan bulunya berwarna putih bersih dan berjengger
merah.
Tipe Ayam Petelur Medium
Bobot tubuh ayam ini cukup berat. Meskipun itu, beratnya masih berada
diantara berat ayam petelur ringan dan ayam broiler. Oleh karena itu ayam ini
disebut tipe ayam petelur medium yang mampu menghasilkan telur dan daging,
sehingga disebut tipe yam dwiguna. Telur yang dihasilkan umumnya berwarna
cokelat.
Untuk
memulai usaha ternak ayam petelur ini, ada beberapa hal yang perlu
dipersiapkan, antara lain :
Tempat Usaha (Kandang Ayam)
Tempat usaha
untuk ayam petelur adalah sebaiknya memilih tempat / lokasi yang jauh dari
rumah penduduk tetapi masih bisa dijangkau oleh motor pickup, agak sepi dan tempat
harus menetap. Pembuatan kandang ayam sebaiknya memperhatikan hal-hal
berikut : bisa mendapat sinar matahari pagi dengan baik, sirkulasi udara
lancar, tidak berada diantara bukit atau lembah yang menghambat aliran udara,
dan iklim sedang dengan suhu rata-rata 30-35°C.
Selain itu, dalam pembuatan kandang ayam petelur, fasilitas yang perlu
dilengkapi adalah : alas lantai (litter) yang bisa berbahan kulit padi dengan
pasir atau serutan kayu; tempat bertelur; tempat ayam bertengger, tempat ayam
makan, minum, dan tempat grit. Sediakan juga penerangan yang cukup.
Penyiapan Bibit
Bibit ayam yang bagus mempunyai ciri-ciri :
Bibit ayam petelur (DOC) lincah dan tidak cacat fisik, serta berasal dari
induk yang sehat. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya. Anak
ayam mempunyak nafsu makan yang baik. Ukuran badan normal, ukuran berat badan
antara 35-40 gram. Serta tidak ada letakan/sisa tinja di duburnya. Harga bibit
ayam petelur berfluktuasi, biasanya dalam rentang Rp. 3.000 – 8.000 per ekor.
Penyiapan Pakan Ternak
Ada berbagai jenis pakan ternak, misalnya dapat berupa concentrate
(konsentrat), mash (tepung), pellet (butiran) atau crumble (butiran halus).
Untuk ayam petelur, jenis pakan biasanya disesuaikan dengan umurnya, yaitu :
- Pakan
Ternak untuk Pre-Starter merupakan pakan ternak yang diberikan kepada ayam
petelur berumur 1 hari hingga ayam tersebut berumur 5 minggu.
- Pakan
Ternak untuk Starter diberikan kepada ayam petelur berumur 6 minggu
hingga ayam petelur tersebut berumur 10 minggu.
- Pakan
Ternak untuk Grower, pakan ternak ini diberikan kepada ayam petelur
berumur 11 minggu hingga ayam petelur tersebut menghasilkan telur
pertamanya.
- Pakan
Ternak untuk Laying Phase yaitu makanan diberikan kepada ayam petelur
pada periode peneluran hingga afkir.
Harga pakan ternak untuk ayam petelur beraneka ragam tergantung jenis dan
mereknya.
Jika ketiga hal pokok di atas telah anda siapkan (kandang dan
fasilitasnya, bibit ayam, pakan) maka anda sudah bisa memulai untuk
menjadi seorang wirausahawan. Agar bisa mencapai hasil maksimal, anda harus
mempunyai wawasan yang luas tentang seluk beluk ayam petelur. Salah satu yang
paling urgent adalah pengetahuan tentang berbagai jenis penyakit ayam petelur
(tetelo, berak putih, kolera, pilek ayam, parathyphoid, dan sebagainya) dan
bagaimana cara mengatasinya (penyuntikan vaksin, obat tetes, mencampur vitamin,
efektifitas pakan, dan lainnya). Jika hal tersebut telah tertanam di benak anda
dengan baik, ditambah kemampuan memasarkan produk secara luas, maka keuntungan
pasti akan datang berlipat-lipat. Selamat beternak...!!!
Sumber :
http://kammilashaffirah.blogspot.co.id/2011/11/mengapa-koperasi-di-indonesia-masih.html
TUGAS 3
1) Pengertian Perusahaan
·
Perusahaan
adalah sutu organisasi dimana sumber daya (input) dasar seperti bahan dan
tenaga kerja dikelola serta diproses untuk menghasilkan barang atau jasa
(output) kepada pelanggan. Hampir di semua perusahaan mempunyai tujuan yang
sama, yaitu memaksimalkan laba. Jenis perusahaan dibedakan menjadi tiga, yaotu:
perusahaan manufaktur, perusahaan dagang, dan perusahaan jasa. Sedangkan bentuk
dari perusahaan itu sendiri dibedakan menjadi: perusahaan perseorangan dan
persekutuan (perseroan).
Berikut ini adalah pengertian dan definisi
perusahaan:
# MOLENGRAAFF
Perusahaan adalah
keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus, bertindak keluar,
untuk memperoleh penghasilan dengan cara memperdagangkan atau menyerahkan
barang atau mengadakan perjanjian perdagangan
# PEMERINTAH HINDIA
BELANDA
Perusahaan adalah
keseluruhan perbuatan, yang dilakukan secara tidak terputus-putus, dengan
terang-terangan, dalam kedudukan tertentu dan untuk mencari laba (bagi diri
sendiri)
# UU No.8 TAHUN 1997,
PASAL 1 (1)
Perusahaan adalah setiap
bentuk usaha yang melakukan kegiatan secara tetap dan terus-menerus dengan
memperoleh keuntungan dan atau laba bersih, baik yang diselenggarakan oleh
orang perorangan maupun badan usaha yang berbentuk badan hukum atau bukan badan
hukum, yang didirikan dan berkedudukan dalam wilayah negara RI.
Contoh Perusahaan sebagai
berikut :
1. Perusahaan Agraris
contohnya pertanian padi,kopi,teh dll
2. Perusahaan dagang
contohnya pertokoan
3. Perusahaan jasa contohnya
jasa bank,perusahaan jasa pengangkut.
-Pengertian lingkungan perusahaan
Lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan
dari faktor – faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi
maupun kegiatannya . sedangkan arti lingkungan secara luas mencakup semua faktor ekstern yang
mempengaruhi individu , perusahaan , dan masyarakat . faktor – faktor yang
mempengaruhi perusahaan tersebut adalah luas dan banyak ragamnya , termasuk
aspek – aspek ekonomi , politik , sosial , etika – hukum , dan ekologi / fisik
dan sebagainya ; masing – masing faktor saling menunjang dan saling
mempengaruhi.
Contoh lingkungan perusahaan sebagai berikut :
1. Lingkungan eksternal mikro contohnya
pemasok,perantara,teknologi.
2. Lingkungan eksternal makro contohnya keadaan
alam,hukum,perekonomian
3. Lingkungan Internal contohnya tenaga kerja,modal, bahan
mentah
·
Pegertian tempat
kedudukan perusahaan
Dalam pengertian yang paling umum, tempat
kedudukan perusahaan (plant location) adalah letak geografis bangunan,
mesin-mesin, dan peralatan-peralatan yang dimiliki perusahaan yang digunakan
untuk mengolah barang-barang dan/atau jasa-jasa.
·
Pengertian letak
perusahaan
Letak perusahaan sering pula disebut tempat
kediaman perusahaan,yaitu tempat dimana perusahaan melakukan kegiatannya
sehari-hari.Sedangkan istilah tempat kedudukan perusahaan dapat diartikan
sebagai tempat kantor pusat perusahaan.
Dengan semakin tajamnya persaingan serta banyaknya perusahaan yang saat ini bermunculan,maka pemilihan letak perusahaan ini sudah tidak mungkin dilakukan dengan cara coba-coba.Karena dengan cara itu perusahaan akan kalah dalam bersaing;disamping waktu harus berpacu,juga efisiensi di bidang biaya perlu mendapat perhatian.Oleh karena itu pemilihan letak perusahaan ini harus dilakukan dan diputuskan melalui beberapa pertimbangan yang disertai fakta yang kongkrit dan lengkap.contohnya :
Dengan semakin tajamnya persaingan serta banyaknya perusahaan yang saat ini bermunculan,maka pemilihan letak perusahaan ini sudah tidak mungkin dilakukan dengan cara coba-coba.Karena dengan cara itu perusahaan akan kalah dalam bersaing;disamping waktu harus berpacu,juga efisiensi di bidang biaya perlu mendapat perhatian.Oleh karena itu pemilihan letak perusahaan ini harus dilakukan dan diputuskan melalui beberapa pertimbangan yang disertai fakta yang kongkrit dan lengkap.contohnya :
1)
Dekat
dengan bahan baku
Contoh :
pabrik gula, pabrik semen
2)
Dekat
dengan pasar
Contoh :
pabrik roti (Bakery), rumah makan dan juga perusahaan jasa seperti
Bank/Asuransi.
3)
Dekat
dengan pemasok tenaga kerja
Contoh :
pabrik rokok, pabrik kembang gula
2) 7 Ciri Perusahaan secara umum
Ciri umumnya :
·
Operatif
Adanya
aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan produksi, penyedia /
distribusi barang dan jasa.
·
Koordinatif
Diperlukan
koordinasi semua pihak agar saling mendukung satu sama lain untuk mencapai
tujuan.
·
Regular
Untuk
mencapai kesinambungan perusahaan diperlukan keteraturan yang dapat mendukung aktivitas
agar dapat selalu bergerak maju.
·
Dinamis
Lingkungan
selalu berubah oleh karena itu mampu mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap
perubahan.
·
Formal
Tunduk
kepada peraturan yang berlaku setelah memenuhi persyaratan pendirian,
·
Lokasi
Perusahaan
didirikan pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan yang secara geografis
jelas.
·
Pelayanan Bersyarat
Keberhasilan
perusahaan tersebut terhadap visi dan misi dalam suatu kawasan yang secara
geografis jelas.
3) Pengertian Sistem Ekonomi Kapitalisme dan Sosialisme
Pengertian kapitalisme adalah sebuah sistem
perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk
melaksanakan perekonomian. Seperti memproduksi barang, menjual barang,
menyalurkan barang. Dalam perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur
nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam
bisnis untuk memperoleh laba sebesar besarnya.
Pengertian Sosialisme atau sosialis
adalah sistem sosial dan ekonomi yang ditandai dengan kepemilikan sosial dari
alat-alat produksi dan manajemen koperasi ekonomi,[1]HYPERLINK
"https://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisme"[2] serta teori politik dan gerakan yang mengarah
pada pembentukan sistem tersebut.[3]HYPERLINK
"https://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisme"[4] "Kepemilikan sosial" bisa merujuk ke
koperasi, kepemilikan umum, kepemilikan negara, kepemilikan warga ekuitas, atau
kombinasi dari semuanya.
Kelebihan dan kelemahan sistem kapitalisme
Kelebihan sistem ekonomi
kapitalisme :
1) Kebebasan Dalam Kepemilikan
dan PendapatanDalam sistem ekonomi kapitalisme, masyarakat dijamin
dapatmendapatkan dan memiliki barang yang diinginkan sesuai tingkatkepuasannya,
dengan kata lain sebanyak yang mereka inginkan. Tidak adabatasan kepemilikan
dan pendapatan, karena sistem ekonomi ini tidak menginginkan interferensi
pemerintah dalam mengatur apa yang menjadi milik individu dan berapa besar
batasannya.
2) Kebebasan Dalam
Penentuan Harga dalam Mekanisme PasarSistem ekonomi kapitalisme juga
membolehkan penentuan harga pasaroleh individu itu sendiri, bahkan melebihi
harga pasaran. Hal ini dikarenakansalah satu motif dari sistem ini adalah
keuntungan yang sebesar-besarnya, tidak peduli apakah harga yang
ditentukan tersebut dapat memeras kepentinganorang lain. Selain itu, kebebasan
ini juga disebabkan sistem ini menyerahkanmekanisme pasar dalam mengontrol
pertumbuhan ekonomi sehingga tidak menginginkan interferensi pemerintah
dalam menentukan harga pasar suatubarang.
Kelemahan sistem ekonomi kapitalisme :
- Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada
persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.
- Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain).
- Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain).
Kelebihan dan kelemahan sistem sosialisme :
Sistem Ekonomi Sosialis mempinyai kelebihan
sebagai berikut :
1)
Tanggung
jawab kemajuan ekonomi berada di tangan pemerintah.
2) Pemerintah
dapat menentukan jenis-jenis industri atau produksi.
3) Memudahkan
pemerintah dalam mengatur, mengawasi, dan mengendalikan perekonomian.
Sistem Ekonomi Sosialis mempunyai kelemahan
sebagai berikut :
1) Sulit melakukan transaksi
Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak terhadap harta milik pribadi hanya untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali. Jual beli sangat terbatas, demikian pula masalah harga juga ditentukan oelh pemerintah, oelh karena itu stabilitas perekonomian Negara sosialis lebih disebabkan tingkat harga ditentukan oleh Negara, bukan ditentukan oelh mekanisme pasar.
2) Membatasi kebebasan
System tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan diri sendiri, kewibawaan individu yang menghambatnyadalam memperoleh kebebasan berfikir serta bertindak, ini menunjukkan secara tidak langsung system ini terikat kepada system ekonomi dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya bekerja seperti mesin.
3) Mengabaikan pendidikan moral
Dalam system ini semua kegiatan diambil alih untuk mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidika moral individu diabaikan. Dengan demikian, apabila pencapaian kepuasan kebendaan menjadi tujuan utama dan nlai-nilai moral tidak diperhatikan lagi
1) Sulit melakukan transaksi
Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak terhadap harta milik pribadi hanya untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali. Jual beli sangat terbatas, demikian pula masalah harga juga ditentukan oelh pemerintah, oelh karena itu stabilitas perekonomian Negara sosialis lebih disebabkan tingkat harga ditentukan oleh Negara, bukan ditentukan oelh mekanisme pasar.
2) Membatasi kebebasan
System tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan diri sendiri, kewibawaan individu yang menghambatnyadalam memperoleh kebebasan berfikir serta bertindak, ini menunjukkan secara tidak langsung system ini terikat kepada system ekonomi dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya bekerja seperti mesin.
3) Mengabaikan pendidikan moral
Dalam system ini semua kegiatan diambil alih untuk mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidika moral individu diabaikan. Dengan demikian, apabila pencapaian kepuasan kebendaan menjadi tujuan utama dan nlai-nilai moral tidak diperhatikan lagi
Sumber :
Buku
pengantar bisnis modern , Oleh : Dr.
Bayu Swastha Dh.,SE.,MBA. Dan Ibnu Sukotjo W.SE. http://HYPERLINK
"http://kuliah-manajemen.blogspot.co.id/2009/12/tempat-kedudukan-perusahaan-plant.html"kuliah-manajemen.blogspot.co.id/2009/12/tempat-kedudukan-perusahaan-plant.html
https://pringganugraha.wordpress.com/fungsi-fungsi-perusahaan-dan-ciri-ciri-perusahaan/ http://www.kompasiana.com/adeliaputriwibowo/pengertian-kapitalisme_54f3e96f7455137a2b6c82cc
http://zonaekis.com/kelemahan-sistem-ekonomi-sosialis/
http://www.pengetahuansosial.com/2016/10/pengertian-sistem-ekonomi-sosialis-ciri-kelebihan-kekurangan.html
TUGAS 2
1) Pengertian Bisnis
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis
dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan
meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah
bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka
berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya
bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya
atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar
kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana
seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan
keuntungan. Kata “bisnis” sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya
— penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu
kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau
keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar
tertentu, misalnya “bisnis pertelevisian.” Penggunaan yang paling luas merujuk
pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa.
Meskipun demikian, definisi “bisnis” yang
tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.
Pendapat Raymond
E Glos dalam bukunya yang berjudul “Business : its nature and environment :
An Introduction” yang dikutip oleh Umar, bisnis adalah seluruh kegiatan
yang diorganisasikan oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan
dan industri yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan
dan memperbaiki standard serta kualitas hidup mereka (Umar, 2005:3)
Pengertian
bisnis menurut Plowman,bisnis merupakan serangkaian kegiatan yang berhubungan
dengan pembelian atau penjualan barang dan jasa yang dilakukan secara
berulang-ulang.Menurut Patersoon dan Plowman penjualan jasa ataupun barang yang
hanya terjadi satu kali saja bukanlah pengertian bisnis.
Pengertian
bisnis menurut Hunt dan urwaich.bisnis ialah segala perusahaaan apapun yang
membuat,mendistribusikaan ataupun menyediakan berbagai barang ataupun jasa yang
dibutuh kan oleh anggota masyarakat lainnya serta bersedia dan mampu dalam
membeli atau membayarnya.
2) Karakteristik Sistem Bisnis
-
KOMPLEKSITAS DAN
KEANEKARAGAMA
Yaitu
bisnis yang muncul dengan berbagai sector dengan beberapa kelompok industry .
Masing –masing industry yang terkumpul didalamnya terdapat perusahaan
–perusahaan yang bervariasi dalam bentuk kepemilikan, volume bisnis, struktur
modal, dan lingkup aktivitasnya, serta gaya manjemen yang diterapkan
.Contohnya, pembuat perkakas elektrik, dan produk – produk elektronik
.Kompleksitas yang dihadapi oleh perusahaan – perusahaan yang sudah go public
atau go internasional memiliki perbedaan dengan tantangan yang dihadapi oleh
produk local. Selain menghadapi perbedaan dalam perilaku konsumen , perusahaan
global juga menghadapi kendalaekonomis, misalnya penetapan tariff dan kuota
untuk ekspor dan impor oleh Negara tujuan .-
SALING
KETERGANTUNGAN
Yaitu masing –masing perusahaan dalam
operasinya selalu membutuhkan dan dibuthkan oleh perusahaan lain . hasil yang
diproduksi oleh sebuah perusahaan akan menjadi input bagi perusahaan lain,
demikian juga sebaliknya. Maka dari itu perusahaan tidak akan bisa eksis atau
terkenal tanpa bekerja sama dengan perusahaan lain.Ketergantungan juga dapat
dilihat dari penyebaran wilayah produk. Perusahaan yang berada dalam suatu
Negara, dan ingin meningkatkan permintaan produknya tentu akan mempertimbangkan
untuk menjualnya keluar negeri jika pasar dalam negeri melebihi kapasitas atau
permintaan yang terbatas. Dalam hal ini perusahaan harus bekerja sama dengan
asosiasi/ lembaga-lembaga perdagangan untuk membantu memasarkan produk-produk. .-.-
PERUBAHAN
DAN INOVASI
Perubahan
dan inovasi sangat diperlukan dalam bisnis terutama dalam menghadapi perubahan
lingkungan bisnisyang cepat. Namun dalam pengertiannya adalah perusahaan yang
tidak mampu menawarkan produknya sesuai dengan selera konsumen, maka produknya
pasti akan secara tidak langsung ditinggalkan oleh pelangganya. Perubahan dan
inovasi dalam bisnis bertujuan untuk memberikan kepuasan bagi konsumen, Karena
adanya perubahan lingkungan, seperti pendapatan yang tetap , trend atau model
yang berubah, serta gaya hidup dan perkembangan teknologi yang semakin
canggih.Alternatif yang bisa dilakukan oleh perusahaan dalam menghadapi
perubahan di lingkungan bisnis yaitu ;
1.
mengembangkan produk yang sudah ada di pasaran misalnya dari segi kemasan,
manfaat dan bentuk pelayanan.
2. menciptakan
produk yang benar – benar baru .
Masing
–masing alternatif tersebut harus dipikirkan matang –matang oleh perusahaan
dalam menentukannya dan harus dilihat batasan – batasan yang dimiliki oleh
perusahaan seperti, teknologi, keterampilan dan anggaran yang dimiliki
perusahaan .
3) Peran Bisnis dalam Kehidupan Masyarakat Sekarang
Menurut saya peran bisnis dalam kehidupan
masyarakat sekarang sangatlah berperan besar baik yang mempunyai usaha perorangan,perusahaan
persekutu atau bahkan dalam kehidupan pribadi.Karena tanpa kita sadari kita
mungkin pernah melakukan bisnis walaupun itu secara kecil-kecilan tanpa
menghapus arti dari bisnis ialah melakukan kegiatan yang menghasilkan keuntungan.Bagi saya setiap orang ingin
melakukan bisnis untuk mendapatkan keuntungan ,tetapi tergantung dari tekad
dalam dirinya sendiri dan juga modalnya.Karena bisnis meningkatkan profit dan
meningkatkan kemakmuran hidup pemiliknya.Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan
misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggotanya
atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.Dengan berbisnis banyak keuntungan yang kita dapatkan tetapi juga mempunyai resiko yang sangat tinggi
pula.Bisnis dijaman sekarang ini jaman modern sudah banyak aplikasi-aplikasi
internet sehingga memudahkan para penjual untuk menjual dagangan mereka melalui
aplikasi tersebut dan tidak perlu bertemu hanya mengunakan sistem online dan
barang yang mereka inginkan akan dikirim melalui Pos,Tiki,JNE dan masih banyak
lagi usaha bisnis melalui perusahaan
jasa.
Contoh peranan bisnis ini saya ambil dari
kehidupan saya sendiri.Orang tua saya mempunyai usaha sembako,usaha ini sudah
didirikan semenjak saya masuk sekolah kelas VII SMP.Keluarga saya membangun
usaha tersebut dimulai dari nol dan alhamdulilah sekarang usaha keluarga saya
masih berjalan dengan lancar dan banyak pelanggan yang setia untuk belanja ditoko saya.Semua
itu karena keuntungan yang kami ambil tidak lah banyak dan juga pelayanan yang
kami berikan tidak mengecewakan.Saya juga tidak luput ikut campur tangan dalam
usaha orang tua saya,saya juga membantu orang tua saya dalam memberikan
pelayanan dan juga mengecek jika ada barang yang datang serta saya juga menjadi
kasir jika orang tua saya tidak berada dirumah.Usaha keluarga saya juga tidak
luput dari kegagalan-kegagalan yang
pernah kami alami.Tapi semua cobaan itu bisa kami lewati terbukti usaha keluarga
saya semakin besar.
4) Cara membuat Klasifikasi Bisnis
1. Untuk
menemukan gagasan
Ada 4 untuk memperoleh gagasan peluang
bisnis baru :
a)
Diri sendiri
Kepekaan untuk bertanya dengan diri
sendiri,apa yang diperlukan dan dibeli oleh orang lain.
b)
Pelanggan dan pesaing
Sulit,karena tidak selalu jujur mengatakan
segala hal yang ingin diketahui.
c)
Pasar
Keberhasilan suatu produk disatu pasar kerap
kali melahirkan gagasan tentang sukses dan potensial disuatu pasar lain.
d)
Produk yang gagal
Suatu
evaluasi yang mendalam atas produk yang baru
2. Gagasan
yang berhubungan dengan peluang bisnis
1. analisis persoalaan
2. analisis situasi
3. merumuskan wilayah yang tidak diketahui
4. mensurvei pelanggan sasaran
Sumber :
2) http://tipsserbaserbi.blogspot.co.id/2014/12/pengertian-bisnis-menurut-para-ahli.html
3) http://jendeladelia.blogspot.co.id/2015/02/karakteristik-sistem-bisnis.html
4) http://amikhadija.blogspot.co.id/2012/10/peranan-bisnis-bagi-kehidupan.html
5) Modul
Pengantar Bisnis
