Tugas 7
1
1.a).Pengetian Marketing Mix adalah strategi
pemasaran yang di laksanakan secara terpadu atau strategi pemasaran yang di
lakukan secara bersamaan dalam menerapkan elemen strategi yang ada dalam
marketing Mix itu sendiri.
b).7P nIm Marketing Mix yaitu :
1.
Produk
2.
Price
3.
Promotion
4.
Place
5.
Partisipant/ People
6.
Proses
7.
Physical Evidence
c). Marketing
Mix untuk semua barang
Marketing
mix memang berlaku untuk semua barang/produk yang diperjualkan. Namun,
barang/jasa tersebut yang kita jual biasanya bukan hanya sekedar menjual
produk, tetapi juga kualitas pelayananya. Inilah yang bisa menjadi daya tarik
tersendiri bagi kita yang menawarkan nilai tambah.
2. Perusahaan yang menyediakan orientasi
pasar dan yang tidak berorientasi
Perusahaan yang berorientasi kepada pasar adalah menekankan fungsi
penjualan demi kelangsungan sebuah usaha. Titik tekan aktivitas bisnis adalalah
upaya menjual sesuatu yang dapat dibuat dengan berbagai cara. Keuntungan usaha
bisa diperoleh dari volume penjualan produk bisnis. Di saat persaingan sangat
ketat dan banyak produk yang berkualitas saatnya usaha yang didirikan berubah
dari berorientasi pada produk menjadi berorientasi pada Pasar (market). Jika dilihat untuk keberhasilan di
jangka panjang, lebih baik perusahaan yang tidak melakukan orientasi terhadap
pasar. Namun bagi perusahaan yang tidak berorientasi terhadap pasar, perusahaan
tersebut harus melakukan orientasi terhadap produk agar usahanya bertahan hidup
dengan melakukan spesialisasi dan berbiaya rendah dalam hal produksinya. Usaha
yang dilakukan berfokus pada bagaimana meningkatkan daya saing produk di pasaran. contohnya seperti perusahaan gojek. Saat mulai banyak perusahaan
jasa yang didirikan dan pelayanannya hampir sama, maka gojek akan berupaya
meningkatkan pelayanan jasanya. Sehingga para konsumen akan banyak memilih
layanan gojek karena menambah pelayanan-pelayanan tertentu yang memudahkan
konsumen.
3.a). Harga memberi dorongan bagi
pengsaha untuk membuat barang
Kita tentu tahu perilaku konsumen
yang sangat identik, yaitu menginginkan harga serendah mungkin untuk membeli
sesuatu. Namun produsen ingin menjual sesuatu dengan harga yang tinggi agar
mendapatkan laba. Tapi tidaklah terjadi sebuah transaksi jika keduanya tidak
ada yang mengalah. Maka dalam hal ini produsen harus bisa mengambil inisiatif
untuk memproduki suatu barang dengan biaya yang rendah namun dapat menghasilkan
laba. Saat biaya produksi sedang mengalami penurunan maka perusahaan harus
mengambil langkah cepat untuk memproduksi barang sebanyak mungkin.
b). Pengaruh harga bagi konsumen dalam
menetapkan pembelinya
Seorang konsumen akan melakukan penetapan pembeliannya
terhadap harga dalam sebuah pasar. Saat harga suatu barang itu murah pasti banyak
konsumen yang membelinya, jika suatu harga barang itu naik maka sedikit
konsumen yang membelinya. Ini berarti harga suatu barang sangat mempengaruhi
jumlah barang yang dikonsumsi dan produksi.
Sumber :
http://maulhusna11.blogspot.co.id/
Tugas 6
1. A. Ada 2 teori tentang upah:
a.
Teori tawar manawar
Menyatakan
bahwa tingkat upah ditentukan oleh tawar menawar di pasaran tenaga kerja.
Pembeli ialah pengusaha yang membutuhkan tenaga kerja dan penjualnya ialah
calon karyawan, mungkin juga melalui organisasi tenaga kerja sebagai perwakilan
mereka. Jika titik keseimbangan yang dicapai itulah yang menetapkan besarnya
upah.
b.
Teori standar hidup.
Didasarkan
atas keyakinan bahwa buruh harus dibayar secara layak agar dapat memenuhi
kebutuhan standar hidupnya. Standar hidup ini diartiakn cukup untuk membiayai
keperluan hidup seperti makanan, pakaian, perumahan, rekreasi, pendidikan dan
perlindungan asuransi. Tidak ada suatu cara yang dapat dipakai untuk menetapkan
upah ini, dan pada umumnya penetapan upah merupakan kombinasi dari berbagai
pertimbangan.
B. Perbedaan upah,bonus,kompesasi dan gaji
a.
Upah
Upah adalah hak
pekerjaan atau buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai
imbalan kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu
perjanjian kerja, kesempatan atau peraturan perundangan-undangan, termasuk
tunjangan bagi pekerja/buruh.
b.Bonus
Bonus adalah
kompensasi tambahan yang diberikan kepada seorang karyawan yang nilainya di
atas gaji normalnya.
c.
Kompensasi
Kompensasi adalah
semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang
diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan
(Malayu S.P. Hasibuan, 2002:54). Kompensasi berbentuk uang, artinya gaji
dibayar dengan sejumlah uang kartal kepada karyawan yang bersangkutan.
d.
Gaji
Gaji adalah
merupakan balas jasa yang dibayarkan kepada pemimpin, pengawas, pegawai tata
usaha, pegawai kantor serta para manajer lainnya. Proses pembayaran gaji
biasanya diberikan dalam setiap bulannya. Gaji biasanya tingkatannya
lebih tinggi dari pada pembayaran-pembayaran kepada pekerja-pekerja upahan .
2.
a.Pengertian Outsourcing adalah penggunaan tenaga kerja dari luar
perusahaan sendiri untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan tertentu yang
spesifik.
b.motivation adalah pemberian intruksi, semangat dan dorongan kepada
bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela apa yang dikehendaki
oleh atasan, pemberian inspirasi, semangat dan dorongan oleh atasan kepada bawahan
ditujukan agar bawahan bertambah kegiatannya, atau mereka lebih bersemangat
melaksanakan tugas-tugas sehingga mereka lebih berdaya guna dan berhasil guna.
C. Job
description adalah daftar
tugas-tugas umum, atau fungsi, dan tanggung jawab dari sebuah
posisi.
d. Separation adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang
mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara karyawan dan perusahaanpengakhiran hubungan
kerja karena suatu
hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara karyawan dan perusahaan.
3. KEGIATAN MANAJEMEN PRODUKSI YANG
MEMIKIRKAN PELESTARIAN LINGKUNGAN DENGAN MENURANGI POLUSI
Saat sebuah perusahaan
didirikan, harus memikirkan dampak yang tejadi akibat pendirian perusahaan
tersebut. Apalagi jika usaha yang didirikan berupa industri, yang sudah
dipastikan akan menimbulkan efek pencemaran baik di udara ataupun di air. Maka
bagian manajemen produksi harus mengambil langkah yang tepat untuk mengurangi
pencemaran tersebut yang imbasnya menjadi buruk untuk masyarakat sekitar dan
tentunya alam. Langkah-langkah yang biasa di lakukan adalah:
1. Teknologi ramah lingkungan
sebagai upaya pelestarian lingkungan
2. Mengurangi penggunaan bahan-bahan
kimia yang berlebihan yang dapat menyebabkan polusi
3. Mengurangi pembuangan limbah yang
bersifat gas maupun cair
4. TINDAKAN YANG DILAKUKAN OLEH
PIMPINAN PERUSAHAAN DALAM PELAYANAN TERHADAP PELANGGAN
Tindakan yang dapat
dilakukan oleh pimpinan perusahaan adalah dalam memanajemen para karyawannya.
Dan itu merupakan tugas dari seorang manajer perusahaan dalam mengatur
bawahannya agar mereka bekerja tepat waktu dan disiplin. Serta pekerjaan yang
dilakukan juga haruslah dikerjakan dengan semaksimal mungkin agar pelanggan
puas terhadap pelayanan dari perusahaan tersebut. Jika seorang manajer dapat
mengatur bawahannya untuk disiplin, dan mengerjakan pesanan pelanggan dengan
hasil yang memuaskan maka pesanan yang diminta oleh seorang pelanggan pun akan
terpenuhi sesuai yang diinginkan.
Sumber :
http://bagusekaputra26.blogspot.co.id/2014/06/teori-upah.html
Tugas 5
1) Peran akuntan
dalam fungsi menejemen dalam sebuah
perusahaan yaitu menganalisis mengenai
sejarah dan menaksir data yang berkaitan
dengan menagement secara kontinue,bekerja merencanakan operasi
perusahaan untuk waktu mendatang.Peran seorang akuntan cukup banyak tetapi lebih dikhususkan untuk mengahadapi pimpinan
perusahaan pada tiap-tiap tingkat organisasi.Akuntan sering diminta untuk
memilih tindakan yang akan diambil dan membantu untuk pemilihan yang tepat.Seorang
akuntan sering dihadapkan pada masalah-masalah pemilihan berbagai
alternatif tindakan dan membantu didalam memilih alternatif mana yang
paling baik dilihat dari kepentingan perusahaan. Akuntan manajemen bertanggung jawab untuk
mengidentifikasi, mengumpulkan, mengukur, menganalisis, menyiapkan,
mengintepretasikan dan mengkomunikasikan informasi yang dibutuhkan oleh
manajemen untuk pengambilan keputusan. Akuntan manajemen biasanya terlibat
secara langsung dalam proses manajemen sebagai anggota penting dalam tim
manajemen, misalnya sebagai kontroler (kepala bagian akuntansi) dan manajer
akuntan biaya. Akuntan manajemen bertugas membantu orang-orang lini (line
position), yaitu pihak yang bertanggungjawab langsung dalam melaksanakan tujuan
dasar organisasi, misalnya manajer bagian produksi. Dalam hal ini, akuntan
manajemen berada dalam posisi staff (staff position), yaitu posisi yang
mendukung tugas lini dan tidak bertanggungjawab langsung terhadap tujuan dasar
organisasi.
2) Persamaa
akuntansi sangat berguna dalam penyusunan laporan keuangan.Dengan menggunakan
transaksi sehari-hari dan sederhana sebagaimana yang diuraikan dalam belajar
akuntansi debit dan kredit maka kita akan dapat mempelajari bagaimana caranya
mencatat transaksi pada sisi debit dan kredit. istematika
pencatatan yang menggambarkan suatu hubungan yang ada pada perusahaan, yaitu
pengaruh transaksi terhadap posisi keuangan perusahaan yang meliputi harta
(aktiva) dengan sumber dananya. Harta yang diperoleh dari pemilik perusahaan
disebut modal (ekuitas), sedangkan harta yang diperoleh dari pihak lain disebut
kewajiban (utang).
3) Unsur-unsur kontirunitas perusahaan
1. Likuiditas
Karena likuiditas
merupakan perbandingan antara aktiva lancar dengan utang lancar yang berhubungan
dengan masalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya
yang segera harus dipenuhi.Jumlah alat-alat pembayaran (alat likuid) yang
dimiliki oleh suatu perusahaan pada suatu saat merupakan kekuatan membayar dari
perusahaan yang bersangkutan.Suatu perusahaan yang mempunyai kekutan membayar
sedemikian besarnya sehingga mampu memenuhi segala kewajiban finansialnya yang
segera harus dipenuhi, dikatakan bahwa perusahaan tersebut adalah likuid, dan
sebaliknya yang tidak mempunyai kemampuan membayar adalah illikuid.Variabel
likuiditas dalam penelitian ini diukur dengan current ratio (CR). Rasio
ini menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan
menggunakan aktiva lancarnya.
2. Solvabilitas
Karena Solvabilitas suatu
perusahaan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi segala kewajiban
finansialnya apabila perusahaan sekiranya saat ini dilikuidasikan. Pengertian
solvabilitas dimaksudkan sebagai kemampuan perusahaan untuk membayar semua
utang-utangnya (baik jangka pendek dan jangka panjang).
Suatu perusahaan yang solvabel berarti bahwa perusahaan tersebut mempunyai
aktiva atau kekayaan yang cukup untuk membayar semua utang-utangnya, tetapi
tidak dengan sendirinya berarti bahwa perusahaan tersebut likuid. Sebaliknya
perusahaan yang insolvabel (tidak solvabel) tidak dengan sendirinya bahwa
perusahaan tersebut adalah juga likuid.
3.Rentabilitas
Karena Rentabilitas
suatu perusahaan menunjukan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal
yang menghasilkan laba tesebut, dengan kata lain rentabilitas perusahaan
menunjukan efesiensi penggunaan modal yang tertanam di dalam suatu perusahaan
dalam suatu periode tertentu. Terdapat dua jenis penilaian rentabilitas yaitu
rentabilitas ekonomi dan rentabilitas modal sendiri,
4) Ruang lingkup manajemen dari suatu bisnis
- Pengertian Manajemen Keuangan
Untuk
memahami pengertian Manajemen Keuangan lebih di arahkan pada kegiatan
Pembelanjaan perusahaan sehingga dapat dikatakan Manajemen Keuangan sama dengan
Pembelanjaan Perusahaan. Perusahaan dalam menjalankan bisnis memerlukan
aset riil (real assets) dimana aset riil tersebut berupa Tangible assets :
- Aset
lancar : Kas, Piutang, Persediaan
- Aset
tetap : mesin, pabrik, kantor, kendaraan
Dan dapat berupa
aset tidak berwujud (Intangible assets) : keahlian teknis (technical
expertise) merk dagang (trade mark), patent. Untuk mewujudkan aset riil
tersebut memerlukan modal yang dapat di peroleh bersumber pada
- Liability
: Utang Dagang, Obligasi, Utang bank
- Equity
: Modal setor, Saham, Laba Ditahan
Misalkan
seorang pengusaha ingin mendirikan sebuah mini market maka untuk dapat
beroperasional dia harus mendirikan Toko (bangunan), Peralatan minimarket,
peralatan administrasi minimarket yang itu merupakan aset tetap
minimarket. kemuadian dia juga harus menyediakan barang-barang kebutuhan
sehari-hari yang akan dijual (persediaan) serta dana kas untuk membiayai
operasional minimarket yang ini merupakan aset lancar minimarket
tersebut. Untuk mewujudkan semua aset riil tersebut pengusaha itu dapat
membelanjainya dengan dana yang bersumber dari modalnya sendiri
(perseorangan) atau bermitra dengan koleganya untuk membuat persekutuan modal
(cv, firma dll) atau dapat juga mendirikan perseroan terbatas (PT) untuk
mengumpulkan modal dalam bentuk saham.
Pengusaha
tersebut juga dapat membelanjai aset-aset riilnya dengan hutang misalnya
melalui pinjaman bank, pinjaman suplier (utang dagang) atau menerbitkan
obligasi jika badan usahanya berbentuk perseroan.
Dari penjelasan
di atas dapat di definisikan Manajemen Keuangan atau
Pembelanjaan merupakan kegiatan yang berhubungan dengan usaha-usaha
mendapatkan dana perusahaan serta usaha untuk menggunakan dan mengalokasikan
dana tersebut secara efisien. Seorang manajer keuangan tidak hanya
bertugas mencatat, membuat laporan, mengendalikan posisi kas, membayar
tagihan-tagihan dan mencari dana, tetapi lebih dari itu harus mampu
menciptakan kekayaan perusahaan melalui kegiatan mencari sumber dana dan
mengalokasikannya.
Dalam Manajemen keuangan kegiatan mencari sumber dana dapat di sebut sebagai pembelanjaan Pasif dan kegiatan mengalokasikan dana disebut sebagai pembelanjaan Aktif.
Dalam Manajemen keuangan kegiatan mencari sumber dana dapat di sebut sebagai pembelanjaan Pasif dan kegiatan mengalokasikan dana disebut sebagai pembelanjaan Aktif.
2.
Fungsi Manajemen Keuangan
Berdasarkan
pengertian Manajemen Keuangan di atas dapat di sebutkan 2 (dua) fungsi
Manajemen Keuangan yaitu :
- Fungsi
Penggunaan Dana (Alokasi)
- Fungsi
Pendanaan (mencari sumber dana)
Dalam
menjalankan fungsi-fungsi tersebut melibatkan fungsi-fungsi lain (pemasaran,
Produksi, Akuntansi dll). Baik fungsi pengalokasian dan pendanaan didasarkan
pada pertimbangan efesiensi dan efektivitas. Prinsip Efesiensi
dalam pengalokasian dana berorientasi bahwa penggunaan dana pada investasi
usaha diharapkan memberi keuntungan di masa yang akan datang, sedangkan
pada fungsi pendanaan bagaimana perusahaan mencari sumber modal dengan
prasyarat dan biaya yang semurah-murahnya.
3.
Tujuan Perusahaan
Efesiensi
dan efektifitas dalam pembelanjaan perusahaan harus berorientasi pada tujuan
perusahaan. Untuk itu perlu merumuskan dengan benar apa yang menjadi
tujuan mendirikan sebuah perusahaan. Dalam beberapa teori disebutkan
tujuan perusahaan adalah mencari keuntungan , pendapat tersebut tidak salah
tetapi belum tepat, karena jika hanya dirumuskan mencari keuntungan (Laba) maka
banyak kekurangan yang terdapat di dalamnya. Tujuan perusahaan yang hanya
mengejar Keuntungan akan mengabaikan faktor waktu dan ketidakpastian.
Jika hanya mengejar keuntungan tahun ini, perusahaan dapat mengurangi
biaya-biaya penelitian dan pengembangan produk, biaya-biaya pelatihan SDM dll,
akibatnya perusahaan memperoleh keuntungan tetapi untuk tahun-tahun mendatang
tidak dapat dipastikan apakah perusahaan memperoleh keuntungan.
Mengukur
kinerja perusahaan dengan keuntungan saja tidak dapat menggambarkan
kinerja yang sesungguhnya, misalkan ada 2 perusahaan, perusahaan A dengan modal
100 juta menghasilkan keuntungan 25 juta , perusahaan B dengan modal 80 juta
menghasilkan keuntungan 20 juta. Maka return perusahaan A = 25% (25
juta : 100 juta) dan return perusahaan B = 25% (20 juta : 80 juta), dengan
deemikian perusahaan B memiliki kinerja yang lebih baik karena dengan modal
yang lebih kecil menghasilkan tingkat keuntungan yang sama dengan perusahaan A.
Tujuan
perusahaan dalam konteks manajemen keuangan lebih di arahkan pada
menciptakan kekayaaan perusahaan atau maksimalisasi kekayaan perusahaan.
Meningkatkan kekayaaan perusahaan akan meningkatkan kekayaan pemilik
perusahaan. Seorang pengusaha yang membuka Toko minimarket dengan modal 500
juta berharap nantinya nilai kekayaan usahanya akan meningkat lebih dari 500
juta setelah beberapa tahun akan datang.
Namun
pertanyaannya apakah tujuan perusahaan itu hanya mensejahterakan pemiliknya
saja ? Perlu di ingat perusahaan melibatkan pihak-pihak lain yang juga
berperan dan berkepentingan terhadap perusahaan. Apalagi jika perusahaan
tersebut dengan skala usaha yang lebih besar maka pihak-pihak lain dalam hal
ini disebut sebagai stakeholders wealth juga perlu disejahterakan
terlebih dahulu sebelum pemiliknya (share holder wealth)
disejahterakan. Siapa saja yang disebut sebagai stakeholders wealth tersebut
? Antara lain sebagai berikut :
- Manajemen
dan Karyawan sebagai ujung tombak perusahaan, mereka di sejahterakan dan
dibayar dengan penghasilan yang sesuai dengan pekerjaan dan
kualifikasinya masing-masing. karyawan berkerja dengan nyaman, tanpa
tekanan dan berhak memperoleh promosi karir secara berjenjang jika
memiliki prestasi kinerja yang baik.
- Kreditur,
sebagai pihak lembaga pemberi pinjaman berhak mendapatkan keamanan
lancarnya kredit yang diberikan dan memperoleh pendapatan atas kredit yang
diberikan (bunga, bagi hasil dll)
- Konsumen
sebagai pengguna barang /jasa memperoleh kepuasan yang setimpal atas nilai
yang dibayarkan pada produk yang dibeli.
- Pemerintah,
memperoleh pendapatan pajak atas keuntungan usaha perusahaan.
- Masyarakat
turut merasakan kesejahteraan dari keberadaan perusahaan dalam bentuk
pertanggungjawaban sosial perusahaan. Program pertanggung jawaban
sosial bisa berbentuk pendidikan (bea siswa), pengembangan UKM (kredit
lunak), bantuan bencana alam, produk yang ramah lingkungan dll.
Jika para
stake holder di atas telah di sejahterakan, maka klaim terakhir bagi perusahaan
adalah mensejahterakan pemiliknya. Sebuah resiko yang di beban pemilik
perusahaan bahwa pemegang saham memperoleh klaim terakhir dari keuntungan yang
diperoleh perusahaan. Begitu juga seandainya perusahaan di likuidasi,
maka pembayaran hak didahulukan dulu utntuk membayar kewajiban-kewajiban
perusahaan seperti gaji karyawan yang tertunda, utang-utang dengan pihak
kreditur, utang-utang lainnya baru setelah selesai semua, sisanya di bagi untuk
pemilik saham, sesuai proporsi kepemilikannya.
Namun jika pengeloaan perusahaan dilakukan dengan baik dan meningkatkan value perusahaan tentunya memberikan pengembalian (return) bagi para investor yang lebih besar tingkatnya dibanding para stake holder. Sesuatu yang lumrah karena investor berhadapan dan memiliki resiko yang besar.
Namun jika pengeloaan perusahaan dilakukan dengan baik dan meningkatkan value perusahaan tentunya memberikan pengembalian (return) bagi para investor yang lebih besar tingkatnya dibanding para stake holder. Sesuatu yang lumrah karena investor berhadapan dan memiliki resiko yang besar.
Untuk dapat
memaksimalkan dan meningkatkan kekayaan perusahaan sangat ditentukan oleh
keputusan-keputusan keuangan Perusahaan.
4.
Keputusan Keuangan
Keputusan
keuangan yang tepat berdampak pada value perusahaan, sebagaimana dijelaskan di
atas bahwa keputusan keuangan harus berorientasi pada tujuan perusahaan yaitu
meningkatkan value perusahaan. Ada 3 (tiga) keputusan keuangan yaitu
sebagai berikut :
1. Keputusan
Investasi
Keputusan investasi adalah masalah bagaimana manajer keuangan harus mengalokasikan dana ke dalam bentuk-bentuk investasi yang akan dapat mendatangkan keuntungan di masa yang akan datang. Bentuk, macam, dan komposisi dari investasi dari investasi tersebut akan mempengaruhi dan menunjang tingkat keuntungan di masa depan. Keuntungan di masa depan yang diharapkan dari investasi tersebut tidak dapat diperkirakan secara pasti. Oleh karena itu investasi akan mengandung resiko atau ketidakpastian. Resiko dan hasil yang diharapkan dari investasi ini akan mempengaruhi pencapaian tujuan, kebijakan maupun nilai perusahaan
Keputusan investasi adalah masalah bagaimana manajer keuangan harus mengalokasikan dana ke dalam bentuk-bentuk investasi yang akan dapat mendatangkan keuntungan di masa yang akan datang. Bentuk, macam, dan komposisi dari investasi dari investasi tersebut akan mempengaruhi dan menunjang tingkat keuntungan di masa depan. Keuntungan di masa depan yang diharapkan dari investasi tersebut tidak dapat diperkirakan secara pasti. Oleh karena itu investasi akan mengandung resiko atau ketidakpastian. Resiko dan hasil yang diharapkan dari investasi ini akan mempengaruhi pencapaian tujuan, kebijakan maupun nilai perusahaan
2. Keputusan
Pendanaan
Keputusan
pendanaan ini sering disebut sebagai kebijakan struktur modal. Pada
keputusan ini manajer keuangan dituntut untuk mempertimbangkan dan menganalisis
kombinasi dari sumber-sumber dana yang ekonomis bagi perusahaan guna
membelanjai kebutuhan-kebutuhab investasi serta kegiatan usahanya.
3.
Keputusan Dividen
Dividen
merupakan bagian keuntungan yang dibayarkan oleh perusahaan kepada para
pemegang saham. Oleh karena itu dividen ini merupakan bagian penghasilan
yang diharapkan oleh pemegang saham. Keputusan dividen merupakan
keputusan manajemen keuangan untuk menentukan ; deviden tunai, stabilitas
deviden, dividen saham (stock deviden), pemecahan saham (stock split),
penarikan kembali saham yang beredar (repurchase stock), yang semuanya
ditujukan untuk meningkatkan kemakmuran para pemegang saham.
Sumber:
https://financialtrik.wordpress.com/2013/09/19/ruang-lingkup-manajemen-keuangan/
Tugas 4
- Jenis
usaha yang dijalankan
Hal pertama
yang dipertimbangkan adalah jenis usaha apa yang akan dijalankan. Sesuai dengan
keinginan, badan usaha yang akan dijalankan bisa dalam bentuk perdagangan,
industri dsb. Orang yang ingin membuka usaha, harus selektif dalam memilih
jenis usaha yang mengeluarkan modal tidak terlalu besar dengan resiko kerugian
kecil.
- Batas
wewenang dan tanggung jawab pemilik
Ketika
menjalankan bisnis, ada 2 hal yang sangat erat berkaitan, yaitu mengenai
pengambilan keputusan dan batas kewenangan dalam menjalankan bisnis. Karakter
badan usaha sangat menentukan hal ini. Karena tidak semua badan usaha memiliki
pemisahan tanggung jawab antara pemilik dengan badan usahanya. Dalam hal
memilih CV atau Firma sebagai badan usaha, ketika timbul suatu kerugian, maka
kerugian tersebut menjadi tanggung jawab pemiliknya juga, hingga ke harta
pribadi. Berbeda dengan Perseroan Terbatas, dimana ada keterbatasan tanggung
jawab.
- Kapasitas
Keuangan dan Kemudahan Pendirian
Umumnya para
pebisnis berskala kecil, ingin memilih pendirian badan usaha yang prosesnya
sederhana dan biaya sesuai dengan kapasitas keuangannya. Ketika budgetnya tidak
mencukupi untuk mendirikan Perseroan Terbatas, seringkali badan yang dipilih
adalah CV. Namun yang harus diperhatikan adalah karakter dari badan usaha yang
dipilih berikut tanggung jawabnya.
- Kemudahan
memperoleh modal
Dalam
bisnis, pemisahan keuangan pribadi dengan bisnis adalah hal mutlak. Ketika
membuat badan usaha, diharapkan dapat membuat rekening atas nama perusahaan
tersebut. Sehingga, untuk keperluan permodalan, akan dapat dengan mudah
mengajukan ke perbankan atau investor apabila cash flow yang telah berdiri
sendiri dan berjalan baik dari bisnis tersebut sudah diletakkan pada wadah
khusus, yaitu rekening perusahaan.
- Besarnya
resiko kepemilikan
Para
pengusaha harus memikirkan resiko-resiko yang akan terjadi dalam perusahaannya.
Misalnya pengusaha dalam bidang industri akan menggunakan alat-alat produksi
yang membutuhkan perawatan sesering mungkin agar terhindar dari resiko
kerusakan, cacat, dll.
- Perkembangan
usaha
Pengusaha
haruslah visioner, oleh karena itu optimisme dalam mengembangkan bisnis juga
merupakan pertimbangan dalam memilih badan usaha. Seiring dengan perkembangan
bisnis, maka tidak hanya omset yang makin besar, namun resikonya juga makin
besar. Oleh karena itu perlu disesuaikan dan dipersiapkan strategi memilih
badan usaha yang tepat.
- Pihak-pihak
yang terlibat dalam kegiatan usaha
Agar usaha
dapat terkoordinir dengan baik, pengusaha hendaknya melibatkan pihak-pihak lain
yang dapat mendukung jalannya perusahaan. Pihak-pihak tersebut ditempatkan pada
bagian-bagian yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
- Kewajiban
dari peraturan pemerintah
Sebagai
warga Negara yang baik, pengusaha harus memperhatikan peraturan-peraturan
pemerintah seperti ijin industri, NPWP, akta notaries, pajak dan ijin domilisi.
KECENDERUNGAN MERUBAH BENTUK PERUSAHAAN PERSEORANGAN MENJADI BENTUK PERSEROAN TERBATAS
Banyak orang cenderung merubah bentuk perusahaannya dari perusahaan perseorangan ke bentuk perseroan terbatas. Hal itu dikarenakan sulitnya mengembangkan usaha yang dibentuk dalam perusahaan perseorangan. Perusahaan perseorangan hanya bermodal kecil, terbatas jenis dan modal produksi, memiliki tenaga kerja atau buruh yang sedikit bahkan bisa jadi tidak memiliki tenaga kerja atau buruh serta alat teknologi yang dipakai masih sederhana.Pengusaha perusahaan perseorangan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap semua resiko dan kegiatan perusahaan, apabila kekayaan perusahaan tidak dapat menutup utang perusahaan, maka kekayaan pribadi menjadi jaminan untuk menutup kekurangan pembayaran utang perusahaan tersebut. Pada umumnya kemampuan investasinya terbatas, sehingga besar atau luas usaha juga terbatas. Apabila pemilik perusahaan meninggal dunia atau tidak dapat aktif untuk waktu yang cukup lama, maka kegiatan perusahaan akan terhenti tetapi perusahaan tersebut dapat juga dipindahtangankan.
Berbeda dengan bentuk usaha Perseroan Terbatas, besarnya modal perseroan tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan, sehingga pemilik memiliki harta kekayaan sendiri. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti kepemilikan perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas yaitu sebanyak saham yang dimiliki, apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan, pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas. Dengan menggunakan bentuk usaha Perseroan Terbatas, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan atau menghentikan kegiatan perusahaan.
BENTUK BADAN USAHA KOPERASI BAGI RAKYAT INDONESIA
Bentuk koperasi cocok dengan bentuk usaha rakyat indonesia,Karena berdasarkan pengalaman, kegiatan saling membantu (gotong royong, solidaritas, dan perhitungan ekonomi) diantara individu dan usaha, akan lebih berhasil mengatasi permasalahan baik sosial maupun ekonomi.
Apalagi dalam menghadapi ekonomi pasar dimana persaingan pasar sangat ketat akan menyebabkan UKM (Usaha Kecil Menengah) semakin tidak berdaya. Dalam ketidak berdayaan ekonomi seperti ini kekuatan-kekuatan ekonomi seperti usaha besar akan menguasai UKM baik dalam pemasaran hasil produksi maupun dalam penyediaan sarana-sarana produksi. Hal ini menyebabkan usaha-usaha kecil dan menengah harus bergabung dalam suatu wadah (organisasi), dengan saling membantu dan bekerja sama tidak saja untuk menghadapi oligopolies dan monopolis, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan berproduksi dan memasarkan hasil produksinya. Organisasi tersebut dinamakan koperasi. Para pelopor koperasi telah berhasil memprakarsai organisasi-organisasi koperasi dan mengembangkan gerakan koperasi, gagasannya dan mengembangkan struktur organisasi koperasi tertentu terutama yang dapat diadaptasikan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan, kepentingan-kepentingan khusus dan pada situasi nyata dari kelompok-kelompok orang-orang yang berbeda lingkungan ekonomis dan sosial budaya. Mereka dalam mendirikan tipe koperasi tertentu dengan melalui proses “trial and errors” yang akhirnya berhasil membentuk organisasi koperasi. Dalam melaksanakan fungsi-fungsi inovatif sebagai pemrakarsa-pemrakarsa sebagai pengusaha-pengusaha koperasi yang membuka jalan yang disebut promotor koperasi.
MENGAPA KOPERASI DI INDONESIA MASIH SANGAT SULIT UNTUK BERKEMBANG?
Koperasi merupakan badan usaha bersama yang
bertumpu pada prinsip ekonomi kerakyatan yang berdasarkan atas asas
kekeluargaan. Berbagai kelebihan yang dimiliki oleh koperasi seperti efisiensi
biaya serta dari peningkatan economies of scale jelas menjadikan koperasi
sebagai sebuah bentuk badan usaha yang sangat prospekrif di Indonesia. Namun,
sebuah fenomena yang cukup dilematis ketika ternyata koperasi dengan berbagai
kelebihannya ternyata sangat sulit berkembang di Indonesia. Koperasi bagaikan
mati suri dalam 15 tahun terakhir. Koperasi Indonesia yang berjalan di tempat
atau justru malah mengalami kemunduran.
Berbagai paket program bantuan dari pemerintah seperti kredit program: KKop, Kredit Usaha Tani (KUT), pengalihan saham (satu persen) dari perusahaan besar ke Koperasi, skim program KUK dari bank dan Kredit Ketahanan Pangan (KKP) yang merupakan kredit komersial dari perbankan, Permodalan Nasional Madani (PNM), terus mengalir untuk memberdayakan gerakan ekonomi kerakyatan ini. Tak hanya bantuan program, ada institusi khusus yang menangani di luar Dekopin, yaitu Menteri Negara Urusan Koperasi dan PKM (Pengusaha Kecil Menengah), yang sebagai memacu gerakan ini untuk terus maju. Namun, kenyataannya, Koperasi masih saja melekat dengan stigma ekonomi marjinal, pelaku bisnis yang perlu “dikasihani”.
A.Permasalahan yang dihadapi koperasi di Indonesia
Secara umum, ada dua kelompok permasalahan yang dihadapi perkoperasian di Indonesia yang membuat koperasi di Indonesia menjadi sangat sulit untuk berkembang, yaitu:
a.Permasalahan yang berasal dari dalam organisasi koperasi
Masalah-masalah yang timbul karena kelemahan-kelemahan dari segi intern organisasi itu sendiri. Yang dapat dikatagorikan permasalahan yang datang dari dalam, yaitu:
1.Pengelolaan sebagian besar koperasi di Indonesia kurang profesional
Hal ini disebabkan karena sebagian besar para pengurus atau pengelola koperasi tersebut kurang berpendidikan, keahlian, keterampilan serta wawasan, sehingga si pengelola kurang tanggap, kurang fleksibel dalam membaca kesempatan serta peluang-peluang yang ada dan selalu ketinggalan dari Badan Usaha Umum lainnya. Adanya keterbatasan dana yang membuat koperasi kurang berkembang, sementara untuk menggunakan orang yang memiliki kualifikasi yang profesional koperasi kurang mampu untuk membayar gajinya. Dan biasanya, sebagian besar orang enggan mengambil pekerjaan ini karena faktor imbalannya yang kecil dengan tanggung jawab yang besar.
2.Kurangnya Permodalan Koperasi
Kekurangan permodalan ini merupakan masalah yang umum sekali yang dihadapi oleh perkoperasian di Indonesia, dimana hal ini diantaranya disebabkan oleh:
a.Kelemahan dalam pembentukkan modal sendiri
Hal ini disebabkan karena usaha koperasi yang kurang berkembang dan SHU (Sisa Hasil Usaha) yang diperoleh juga kecil
b.Kelemahan dalam menarik sumber modal dari luar organisasi
Hal ini karena faktor kepercayaan dan kesadaran masyarakat serta partisipasi masyarakat yang masih kurang terhadap koperasi. Kekurangpercayaan dan partisipasi ini juga karena melihat perkembangan koperasi dan usahanya yang sangat lambat
c.Karena kurangnya inisiatif dan upaya sendiri dalam meningkatkan permodalan, hal ini karena kebiasaan ketergantungan pada subsidi atau sokongan permodalan yang berasal dari pemerintah.
3.Kurangnya efisiensi organisasi dan usaha koperasi
Kurangnya efisiensi organisasi karena sebagian besar anggota koperasi kurang berpendidikan, sehingga mengalami kesulitan dalam memberikan petunjuk atau pengarahan, serta pelaksanaan rapat anggota tidak efektif. Sedangkan, kurang efisiensinya usaha koperasi karena skala usaha yang kurang berkembang, sehingga dalam skala usaha yang terbatas tentunya tingkat biaya akan lebih besar.
4.Kurangnya inisiatif dan upaya sendiri dalam mengembangkan koperasi atau masih lemahnya sifat kemandirian bagi sebagian besar koperasi di Indonesia, yang disebabkan oleh faktor kebiasaan yang selalu tergantung pada subsidi, sokongan, ataupun bimbingan dan perlindungan pemerintah, dimana biasanya koperasi ini dijadikan oleh pemerintah sebagai penyalur bantuan (subsidi) pemerintah kepada masyarakat.
5.Tingkat pendidikan sebagian besar anggota koperasi masih rendah dan bahkan ada yang tidak berpendidikan atau buta huruf. Kelemahan ini akan menyulitkan bagi koperasi dalam hal:
a.Memberikan pengarahan-pengarahan ataupun petunjuk tertulis kepada anggota,
b.Sulit untuk menyelenggarakan rapat anggota dan penerapan prinsip-prinsip serta sendi dasar koperasi secara efektif dan optimal.
6.Masih banyak pengurus koperasi yang mempunyai Tugas Rangkap
Sebagian besar pengurus masih banyak yang mempunyai tugas rangkap seperti aparat pemerintah (pegawai negeri),guru, dll. Hal ini dapat menyebabkan pikiran tidak dapat dicurahkan secara optimal untuk kepentingan dalam pengembangan koperasi.
7.Diverisifikasi usaha yang kurang berkembang
Disebabkan karena kurangnya bervariasi, sehingga koperasi hanya terpaku pada hal yang sama (monoton), kelemahan ini menjadikan usaha koperasi selalu kalah dalam bersaing dengan badan usaha lain yang diverisifikasi usahanya lebih berkembang.
B.Permasalahan yang berasal dari luar organisasi koperasi
Masalah yang berasal dari luar organisasi koperasi, diantaranya:
1.Semakin ketat persaingan dalam dunia usaha
Hal ini makin menyulitkan koperasi dalam berusaha karena persaingan terutama yang datang dari Badan Usaha Non-Koperasi yang memiliki keunggulan-keunggulan dibandingkan koperasi.
2.Masih kurangnya kepercayaan dan kesadaran masyarakat terhadap koperasi
Pada masa ideologi politik PKI, koperasi banyak yang mengalami kegagalan karena penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh pengurus atau pengelolanya. Masalah ini menjadikan koperasi sulit untuk menghimpun anggota, sulit untuk menarik kepercayaan masyarakat untuk menanamkan modalnya pada koperasi.
3.Masih kurangnya jalinan kerjasama koperasi
Koperasi sebenarnya memerlukan yang namanya kerjasama, karena kerjasama merupakan salah satu jalan yang sangat potensial dalam memperluas skala usaha, meningkatkan permodalan, atau mengembangkan usaha.
4.Masih kurangnya partisipasi dari pihak lain dalam upaya meningkatkan koperasi
Hal ini dapat kita lihat masih kurang yakinnya perbankan dalam memberikan kredit kepada koperasi, walaupun dalam UU perbankan telah digariskan bahwa dalam memberikan kredit 20 % untuk koperasi.
5.Keterbatasan sarana pendidikan dan latihan perkoperasian
Akademik koperasi di Indonesia hanya ada di beberapa kota tertentu saja. Masalah ini jelas menghambat bagi koperasi dalam meningkatkan pendidikan, keahlian ataupun keterampilan pengurus.
•Salah satu contoh sulitnya koperasi berkembang di Pedesaan
Sejumlah Koperasi Desa di daerah Jombang sulit berkembang karena minimnya akses bantuan modal. Besarnya jumlah bunga pinjaman membuat sejumlah anggota koperasi memilih keluar dari keanggotaan.
”Bunga pinjaman berkisar 3 sampai 6 persen, sehingga ada saja anggota yang tidak mampu mangangsur,” ungkap Syaifuddin, anggota salah satu koperasi di Desa Katemas, Kudu, Jombang.
Salah seorang anggota koperasi di Desa tersebut mengatakan, janji kesejahteraan jika bergabung dengan koperasi hingga kini belum dirasakan sejumlah anggota. ”Bukan kesejahteraan yang saya dapatkan, tapi malah keruwetan karena terus menerus di kejar kejar hutang,” ujar Muhid.Zainul Asfan, pengurus koperasi Wira Usaha industri kecil Katemas ( WIKA) membenarkan jika sejumlah koperasi Desa membebankan bunga yang cukup tinggi kepada setiap anggota yang mengajukan pinjaman. Namun, kata Zainul, penerapan bunga pinjaman yang cukup tinggi tersebut bertujuan untuk mengembangkan modal koperasi.
“Ini di lakukan agar koperasi dapat memberikan pinjaman yang lebih banyak untuk anggota. Untuk sekarang ini modal koperasi hanya mengandalkan dari iuran anggota,” katanya.
Menurut Zainul, pembebanan bunga tinggi dari setiap pinjaman oleh anggota dilakukan karena minimnya modal yang dimiliki koperasi. “Sedangkan untuk meng akses permodalan dari dinas terkait masih sulit, karena terbentur administrasi yang ruwet,” ujarnya.
Berbagai paket program bantuan dari pemerintah seperti kredit program: KKop, Kredit Usaha Tani (KUT), pengalihan saham (satu persen) dari perusahaan besar ke Koperasi, skim program KUK dari bank dan Kredit Ketahanan Pangan (KKP) yang merupakan kredit komersial dari perbankan, Permodalan Nasional Madani (PNM), terus mengalir untuk memberdayakan gerakan ekonomi kerakyatan ini. Tak hanya bantuan program, ada institusi khusus yang menangani di luar Dekopin, yaitu Menteri Negara Urusan Koperasi dan PKM (Pengusaha Kecil Menengah), yang sebagai memacu gerakan ini untuk terus maju. Namun, kenyataannya, Koperasi masih saja melekat dengan stigma ekonomi marjinal, pelaku bisnis yang perlu “dikasihani”.
A.Permasalahan yang dihadapi koperasi di Indonesia
Secara umum, ada dua kelompok permasalahan yang dihadapi perkoperasian di Indonesia yang membuat koperasi di Indonesia menjadi sangat sulit untuk berkembang, yaitu:
a.Permasalahan yang berasal dari dalam organisasi koperasi
Masalah-masalah yang timbul karena kelemahan-kelemahan dari segi intern organisasi itu sendiri. Yang dapat dikatagorikan permasalahan yang datang dari dalam, yaitu:
1.Pengelolaan sebagian besar koperasi di Indonesia kurang profesional
Hal ini disebabkan karena sebagian besar para pengurus atau pengelola koperasi tersebut kurang berpendidikan, keahlian, keterampilan serta wawasan, sehingga si pengelola kurang tanggap, kurang fleksibel dalam membaca kesempatan serta peluang-peluang yang ada dan selalu ketinggalan dari Badan Usaha Umum lainnya. Adanya keterbatasan dana yang membuat koperasi kurang berkembang, sementara untuk menggunakan orang yang memiliki kualifikasi yang profesional koperasi kurang mampu untuk membayar gajinya. Dan biasanya, sebagian besar orang enggan mengambil pekerjaan ini karena faktor imbalannya yang kecil dengan tanggung jawab yang besar.
2.Kurangnya Permodalan Koperasi
Kekurangan permodalan ini merupakan masalah yang umum sekali yang dihadapi oleh perkoperasian di Indonesia, dimana hal ini diantaranya disebabkan oleh:
a.Kelemahan dalam pembentukkan modal sendiri
Hal ini disebabkan karena usaha koperasi yang kurang berkembang dan SHU (Sisa Hasil Usaha) yang diperoleh juga kecil
b.Kelemahan dalam menarik sumber modal dari luar organisasi
Hal ini karena faktor kepercayaan dan kesadaran masyarakat serta partisipasi masyarakat yang masih kurang terhadap koperasi. Kekurangpercayaan dan partisipasi ini juga karena melihat perkembangan koperasi dan usahanya yang sangat lambat
c.Karena kurangnya inisiatif dan upaya sendiri dalam meningkatkan permodalan, hal ini karena kebiasaan ketergantungan pada subsidi atau sokongan permodalan yang berasal dari pemerintah.
3.Kurangnya efisiensi organisasi dan usaha koperasi
Kurangnya efisiensi organisasi karena sebagian besar anggota koperasi kurang berpendidikan, sehingga mengalami kesulitan dalam memberikan petunjuk atau pengarahan, serta pelaksanaan rapat anggota tidak efektif. Sedangkan, kurang efisiensinya usaha koperasi karena skala usaha yang kurang berkembang, sehingga dalam skala usaha yang terbatas tentunya tingkat biaya akan lebih besar.
4.Kurangnya inisiatif dan upaya sendiri dalam mengembangkan koperasi atau masih lemahnya sifat kemandirian bagi sebagian besar koperasi di Indonesia, yang disebabkan oleh faktor kebiasaan yang selalu tergantung pada subsidi, sokongan, ataupun bimbingan dan perlindungan pemerintah, dimana biasanya koperasi ini dijadikan oleh pemerintah sebagai penyalur bantuan (subsidi) pemerintah kepada masyarakat.
5.Tingkat pendidikan sebagian besar anggota koperasi masih rendah dan bahkan ada yang tidak berpendidikan atau buta huruf. Kelemahan ini akan menyulitkan bagi koperasi dalam hal:
a.Memberikan pengarahan-pengarahan ataupun petunjuk tertulis kepada anggota,
b.Sulit untuk menyelenggarakan rapat anggota dan penerapan prinsip-prinsip serta sendi dasar koperasi secara efektif dan optimal.
6.Masih banyak pengurus koperasi yang mempunyai Tugas Rangkap
Sebagian besar pengurus masih banyak yang mempunyai tugas rangkap seperti aparat pemerintah (pegawai negeri),guru, dll. Hal ini dapat menyebabkan pikiran tidak dapat dicurahkan secara optimal untuk kepentingan dalam pengembangan koperasi.
7.Diverisifikasi usaha yang kurang berkembang
Disebabkan karena kurangnya bervariasi, sehingga koperasi hanya terpaku pada hal yang sama (monoton), kelemahan ini menjadikan usaha koperasi selalu kalah dalam bersaing dengan badan usaha lain yang diverisifikasi usahanya lebih berkembang.
B.Permasalahan yang berasal dari luar organisasi koperasi
Masalah yang berasal dari luar organisasi koperasi, diantaranya:
1.Semakin ketat persaingan dalam dunia usaha
Hal ini makin menyulitkan koperasi dalam berusaha karena persaingan terutama yang datang dari Badan Usaha Non-Koperasi yang memiliki keunggulan-keunggulan dibandingkan koperasi.
2.Masih kurangnya kepercayaan dan kesadaran masyarakat terhadap koperasi
Pada masa ideologi politik PKI, koperasi banyak yang mengalami kegagalan karena penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh pengurus atau pengelolanya. Masalah ini menjadikan koperasi sulit untuk menghimpun anggota, sulit untuk menarik kepercayaan masyarakat untuk menanamkan modalnya pada koperasi.
3.Masih kurangnya jalinan kerjasama koperasi
Koperasi sebenarnya memerlukan yang namanya kerjasama, karena kerjasama merupakan salah satu jalan yang sangat potensial dalam memperluas skala usaha, meningkatkan permodalan, atau mengembangkan usaha.
4.Masih kurangnya partisipasi dari pihak lain dalam upaya meningkatkan koperasi
Hal ini dapat kita lihat masih kurang yakinnya perbankan dalam memberikan kredit kepada koperasi, walaupun dalam UU perbankan telah digariskan bahwa dalam memberikan kredit 20 % untuk koperasi.
5.Keterbatasan sarana pendidikan dan latihan perkoperasian
Akademik koperasi di Indonesia hanya ada di beberapa kota tertentu saja. Masalah ini jelas menghambat bagi koperasi dalam meningkatkan pendidikan, keahlian ataupun keterampilan pengurus.
•Salah satu contoh sulitnya koperasi berkembang di Pedesaan
Sejumlah Koperasi Desa di daerah Jombang sulit berkembang karena minimnya akses bantuan modal. Besarnya jumlah bunga pinjaman membuat sejumlah anggota koperasi memilih keluar dari keanggotaan.
”Bunga pinjaman berkisar 3 sampai 6 persen, sehingga ada saja anggota yang tidak mampu mangangsur,” ungkap Syaifuddin, anggota salah satu koperasi di Desa Katemas, Kudu, Jombang.
Salah seorang anggota koperasi di Desa tersebut mengatakan, janji kesejahteraan jika bergabung dengan koperasi hingga kini belum dirasakan sejumlah anggota. ”Bukan kesejahteraan yang saya dapatkan, tapi malah keruwetan karena terus menerus di kejar kejar hutang,” ujar Muhid.Zainul Asfan, pengurus koperasi Wira Usaha industri kecil Katemas ( WIKA) membenarkan jika sejumlah koperasi Desa membebankan bunga yang cukup tinggi kepada setiap anggota yang mengajukan pinjaman. Namun, kata Zainul, penerapan bunga pinjaman yang cukup tinggi tersebut bertujuan untuk mengembangkan modal koperasi.
“Ini di lakukan agar koperasi dapat memberikan pinjaman yang lebih banyak untuk anggota. Untuk sekarang ini modal koperasi hanya mengandalkan dari iuran anggota,” katanya.
Menurut Zainul, pembebanan bunga tinggi dari setiap pinjaman oleh anggota dilakukan karena minimnya modal yang dimiliki koperasi. “Sedangkan untuk meng akses permodalan dari dinas terkait masih sulit, karena terbentur administrasi yang ruwet,” ujarnya.
- Usaha
Ternak Ayam Petelur
Bila anda
memiliki lahan yang cukup luas, maka usaha ternak ayam petelur menjadi
salah satu alternatif bisnis yang menjanjikan. Konsumsi terhadap telur cukup
besar tiap bulannya. Bahkan paling tidak setiap rumah tangga di Indonesia pasti
mengkonsumsi atau menggunakan telur lebih dari 5 butir tiap bulannya, entah itu
untuk makanan, bahan kue, atau campuran jamu. Memulai usaha ternak ayam petelur
sebenarnya tidaklah terlalu rumit. Yang wajib dipelajari adalah memelihara
serta mengantisipasi penyakit yang sering menyerang, termasuk flu burung.
Pada
tahun 2004, usaha ternak unggas termasuk ayam sempat mengalami masa surut
karena dampak munculnya wabah flu burung. Banyak ayam yang mati mendadak,
bahkan beberapa orang meninggal dunia akibat serangan penyakit ini. Hal ini
yang membuat beberapa usaha ternak di daerah-daerah sempat menghentikan
sementara roda usahanya karena lesunya permintaan daging, telur dan produk
turunannya.
namun kini, seiring
semakin meningkatkan wawasan masyarakat dalam mencegah munculnya penyakit ini
dan juga peran pemerintah dalam mengatasi masalah ini, membuat usaha ternak
unggas kembali bisa bergairah. Usaha unggas ternak, dalam hal ini
ternak ayam sudah dilakukan oleh nenek moyang kita sejak zaman dulu. Kala itu,
jenis ternak ayam yang diupayakan adalah ayam kampung, yang mana dagingnya
sebagai bahan pangan dan telurnya bisa dijadikan sebagai campuran jamu. Seiring
perkembangan teknologi genetika dan persilangan, para ahli dan juga masyarakat biasa
berupaya menemukan bibit yang cocok dengan jenis ayam yang akan diternakan.
Setelah mengalami proses yang panjang, kini para pengusaha lebih memilih
beternak jenis ayam bisa menghasilkan untung yang cepat dan berlipat.
Secara garis besar, ada tiga jenis ayam yang menjadi acuan mereka dalam menentukan jenis bisnis yang akan dijalankan, yaitu ayam kampung, ayam pedaging (broiler), dan ayam petelur. Masing-masing jenis ayam tersebut mempunyai sisi keunggulan masing-masing. Ayam kampung tidak dapat menghasilkan daging dan telur yang maksimal, tetapi mempunyai harga yang lebih tinggi di pasaran. Ayam pedaging (potong) ditujukan untuk menghasilkan berat daging yang maksimal dalam waktu yang singkat. Sementara ayam petelur ditujukan untuk menghasilkan telur yang sebanyak-banyaknya, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar. Kali ini Kerja Usaha aan menguraikan secara singkat tentang seluk beluk berwirausaha ayam petelur. Di pasaran, ada dua macam ayam petelur, yaitu:
Secara garis besar, ada tiga jenis ayam yang menjadi acuan mereka dalam menentukan jenis bisnis yang akan dijalankan, yaitu ayam kampung, ayam pedaging (broiler), dan ayam petelur. Masing-masing jenis ayam tersebut mempunyai sisi keunggulan masing-masing. Ayam kampung tidak dapat menghasilkan daging dan telur yang maksimal, tetapi mempunyai harga yang lebih tinggi di pasaran. Ayam pedaging (potong) ditujukan untuk menghasilkan berat daging yang maksimal dalam waktu yang singkat. Sementara ayam petelur ditujukan untuk menghasilkan telur yang sebanyak-banyaknya, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar. Kali ini Kerja Usaha aan menguraikan secara singkat tentang seluk beluk berwirausaha ayam petelur. Di pasaran, ada dua macam ayam petelur, yaitu:
Tipe Ayam Petelur Ringan
Tipe ayam ini disebut dengan ayam petelur putih. Ayam petelur ringan ini
mempunyai badan yang ramping dan bulunya berwarna putih bersih dan berjengger
merah.
Tipe Ayam Petelur Medium
Bobot tubuh ayam ini cukup berat. Meskipun itu, beratnya masih berada
diantara berat ayam petelur ringan dan ayam broiler. Oleh karena itu ayam ini
disebut tipe ayam petelur medium yang mampu menghasilkan telur dan daging,
sehingga disebut tipe yam dwiguna. Telur yang dihasilkan umumnya berwarna
cokelat.
Untuk
memulai usaha ternak ayam petelur ini, ada beberapa hal yang perlu
dipersiapkan, antara lain :
Tempat Usaha (Kandang Ayam)
Tempat usaha
untuk ayam petelur adalah sebaiknya memilih tempat / lokasi yang jauh dari
rumah penduduk tetapi masih bisa dijangkau oleh motor pickup, agak sepi dan tempat
harus menetap. Pembuatan kandang ayam sebaiknya memperhatikan hal-hal
berikut : bisa mendapat sinar matahari pagi dengan baik, sirkulasi udara
lancar, tidak berada diantara bukit atau lembah yang menghambat aliran udara,
dan iklim sedang dengan suhu rata-rata 30-35°C.
Selain itu, dalam pembuatan kandang ayam petelur, fasilitas yang perlu
dilengkapi adalah : alas lantai (litter) yang bisa berbahan kulit padi dengan
pasir atau serutan kayu; tempat bertelur; tempat ayam bertengger, tempat ayam
makan, minum, dan tempat grit. Sediakan juga penerangan yang cukup.
Penyiapan Bibit
Bibit ayam yang bagus mempunyai ciri-ciri :
Bibit ayam petelur (DOC) lincah dan tidak cacat fisik, serta berasal dari
induk yang sehat. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya. Anak
ayam mempunyak nafsu makan yang baik. Ukuran badan normal, ukuran berat badan
antara 35-40 gram. Serta tidak ada letakan/sisa tinja di duburnya. Harga bibit
ayam petelur berfluktuasi, biasanya dalam rentang Rp. 3.000 – 8.000 per ekor.
Penyiapan Pakan Ternak
Ada berbagai jenis pakan ternak, misalnya dapat berupa concentrate
(konsentrat), mash (tepung), pellet (butiran) atau crumble (butiran halus).
Untuk ayam petelur, jenis pakan biasanya disesuaikan dengan umurnya, yaitu :
- Pakan
Ternak untuk Pre-Starter merupakan pakan ternak yang diberikan kepada ayam
petelur berumur 1 hari hingga ayam tersebut berumur 5 minggu.
- Pakan
Ternak untuk Starter diberikan kepada ayam petelur berumur 6 minggu
hingga ayam petelur tersebut berumur 10 minggu.
- Pakan
Ternak untuk Grower, pakan ternak ini diberikan kepada ayam petelur
berumur 11 minggu hingga ayam petelur tersebut menghasilkan telur
pertamanya.
- Pakan
Ternak untuk Laying Phase yaitu makanan diberikan kepada ayam petelur
pada periode peneluran hingga afkir.
Harga pakan ternak untuk ayam petelur beraneka ragam tergantung jenis dan
mereknya.
Jika ketiga hal pokok di atas telah anda siapkan (kandang dan
fasilitasnya, bibit ayam, pakan) maka anda sudah bisa memulai untuk
menjadi seorang wirausahawan. Agar bisa mencapai hasil maksimal, anda harus
mempunyai wawasan yang luas tentang seluk beluk ayam petelur. Salah satu yang
paling urgent adalah pengetahuan tentang berbagai jenis penyakit ayam petelur
(tetelo, berak putih, kolera, pilek ayam, parathyphoid, dan sebagainya) dan
bagaimana cara mengatasinya (penyuntikan vaksin, obat tetes, mencampur vitamin,
efektifitas pakan, dan lainnya). Jika hal tersebut telah tertanam di benak anda
dengan baik, ditambah kemampuan memasarkan produk secara luas, maka keuntungan
pasti akan datang berlipat-lipat. Selamat beternak...!!!
Sumber :
http://kammilashaffirah.blogspot.co.id/2011/11/mengapa-koperasi-di-indonesia-masih.html
